Tekan Inflasi Akibat Kenaikan BBM, Gubernur Kalbar Sutarmidji Siapkan 15 Ribu Paket Bansos

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, membeberkan dua upaya yang telah dilakulan Pemprov untuk menekan inflasi,

Penulis: Anggita Putri | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalbar menyerahkan bantuan sosial kepada warga di enam Kecamatan Kota Pontianak, Jumat 9 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kenaikan harga BBM tentu akan memberikan multiplier effect yang cukup besar di sektor ekonomi, diantaranya bisa berdampak pada inflasi.

Di Provinsi Kalimantan Barat, untuk menekan laju inflasi di daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, membeberkan dua upaya yang telah dilakulan Pemprov untuk menekan inflasi, diantaranya memberikan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan dan operasi pasar.

Sebelumnya, Sutarmidji sudah turun menyerahkan langsung Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga di Kabupaten Melawi, Sintang, Sekadau, bahkan Sanggau.

Dilanjutkan penyerahan Bansos dengan total 2.000 paket pada 9 -11 September 2022 untuk warga yang ada di 6 kecamatan di Kota Pontianak.

Sutarmidji Luncurkan Database Olahraga Provinsi Kalbar, Gallery Olaharaga, dan Logo Porprov

Sutarmidji menyerahkan bansos di Kecamatan Pontianak Selatan dan Tenggara dengan total 550 paket sembako, Jumat 9 September 2022.

Warga usai menerima Bansos dari Gubernur Kalbar, di Kantor Camat Pontianak Utara, Minggu 11 September 2022.
Antusias warga saat menerima Bansos dari Gubernur Kalbar, di Kantor Camat Pontianak Utara, Minggu 11 September 2022. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI)

Disusul dengan penyerahan Bansos kepada warga Kecamatan Pontianak Kota dan Pontianak Barat dengan total 750 paket sembako pada Sabtu 10 September 2022.

Terakhir, Minggu 11 September 2022 penyerahan 700 paket Bansos diberikan kepada warga Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur.

Orang nomor satu di Kalbar ini menjelaskan Pemprov Kalbar mendistribusikan Bansos berdasarkan data masyarakat yang terdaftar di DTKS dan memenuhi kriteria sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Sedangkan untuk seluruh wilayah Kalbar, Pemprov telah menyiapkan 15.000-20.000 paket Bansos.

Setelah Pontianak, Gubernur akan menyerahkan bantuan serupa ke Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan daerah lainnya.

Semua paket bahan pangan yang dibagikan kepada masyarakat digratiskan Pemprov, jelas H. Sutarmidji.

Pemprov Kalbar memiliki 2 program, yakni Operasi Pasar dan Bantuan Sembako.

Operasi Pasar dilakukan saat adanya lonjakan harga kebutuhan pokok, misalnya, beras, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya.

Gubernur Sutarmidji sebut Pertumbuhan Bank Kalbar Mampu Sumbang Rp 100 Miliar untuk PAD Kalbar

“Paketnya terbatas. Jadi, masyarakat yang paling terdampak menjadi prioritas penerima bantuan. Dampak kenaikan BBM terhadap harga kebutuhan pokok baru akan nampak dua hingga tiga minggu pasca kenaikan harga BBM,” tuturnya.

Ia mengatakan kenaikan BBM pasti berdampak pada perhitungan inflasi di minggu pertama September 2022.

“Kita lihat Senin nanti bahan pokok apa saja yang naik. Kalau beras naik, kita operasi pasar. Begitu pula dengan gula, gula naik, kita operasi pasar. Minyak goreng naik, kita operasi pasar, karena minyak goreng juga untuk menekan harga,” jelas kepala daerah yang akrab dipanggil Midji ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved