Tak Hanya Pontianak, Singkawang Juga Akan Alami Hari Tanpa Bayangan

Singkawang akan menjadi satu dari 99 daerah di Indonesia yang mengalami Hari Tanpa Bayangan.......

Editor: Nasaruddin
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Hari tanpa bayangan akan terjadi di Singkawang pada hari Rabu 21 September 2022. Hari tanpa bayangan dikenal juga dengan istilah kulminasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kota Singkawang menjadi satu dari 99 kota yang akan mengalami hari tanpa bayangan atau kulminasi.

Fenomena alam hari tanpa bayangan di Singkawang, Kalimantan Barat akan terjadi pada hari Rabu 21 September 2022.

Menurut BRIN, hari tanpa bayangan di Singkawang terjadi pada pukul 11.37.14 WIB.

Periset Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang menjelaskan, fenomena hari tanpa bayangan terjadi disebabkan nilai deklinasi Matahari pada periode tersebut akan sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia.

Sambas Alami Hari Tanpa Bayangan Senin 19 September 2022

Hal inilah yang menyebabkan Matahari akan berada tepat di atas kepala.

“Karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka Matahari akan berada tepat di atas kepala kita saat tengah hari," katanya dilansir laman BRIN.

"Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari,” jelas Andi.

Andi memberikan tips untuk bisa menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan matahari.

“Yang pertama siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan," katanya.

Lokasi Hari Tanpa Bayangan Hari Ini Minggu 27 Februari 2022 ! Dapat Dilihat di 5 Daerah Indonesia

"Lalu letakkan di permukaan yang rata dan amati bayangan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Jangan lupa untuk mendokumentasikannya dengan foto atau rekaman video saat proses tidak adanya bayangan matahari,” paparnya.

Andi juga menambahkan, apabila cuaca berawan, fenomena ini dapat disaksikan paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan.

Hal ini dikarenakan di luar rentang waktu lima menit tersebut bayangan akan muncul kembali.

Saat sinar Matahari datang tegak lurus dengan permukaan Bumi intensitas sinar atau radiasi akan maksimum.

Akan tetapi intensitas ini tidak serta merta mempengaruhi kenaikan suhu di permukaan Bumi saat siang hari di wilayah yang mengalami hari tanpa bayangan.

Hal ini dikarenakan kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh sudut penyinaran, melainkan juga oleh tutupan awan, kelembaban, dan jumlah bibit awan hujan.

Semakin kecil tiga faktor tersebut, maka suhu permukaan Bumi akan semakin tinggi saat tengah hari.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved