Lahan dan Amdal Selesai, Realisasi TPA Baru di Sintang Tunggu Ditjen Cipta Karya

Kartiyus menampik isu lambatnya proses TPA baru lantaran lokasinya terlalu dekat dengan tanah yang rencananya dibangun kantor Gubernur Kapuas Raua

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sebuah alat berat mengeruk sampah yang meluber hingga ke jalan mengganggu aktivitas masyarakat di TPA Desa Balai Agung. Pemkab Sintang sudah menyiapkan lahan seluas 11 hektare dan menyelesaikan dokumen administrasi hingga Amdal sejak Bupati Sintang, Jarot Winarno menandatangani MoU dengan Ditjen Cipta Karya 4 tahun lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, hingga saat ini masih menunggu Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR untuk merealisasikan pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Jerora 1.

Pemkab Sintang sudah menyiapkan lahan seluas 11 hektare dan menyelesaikan dokumen administrasi hingga Amdal sejak Bupati Sintang, Jarot Winarno menandatangani MoU dengan Ditjen Cipta Karya 4 tahun lalu.

Namun, hingga saat ini, TPA yang baru belum terealisasi. Sementara, TPA lama di Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian, sudah over kapasitas.

"Sebenarnya kita 4 tahun yang lalu Bupati Sintang sudah MoU dengan ditjen cipta karya untuk pembangunan TPa dan instalasi pengolahan limbah tinja cari di jerora 1. Kita sudah siapkan 11 hektare, bahkan Bappeda sampai tahap amdal sudah slesai. Karena covid kemarin hasilnya dari ditjen terpangkas juga anggaran mereka, kita masih menunggu realisasi dari direktorat cipta karya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, Senin 12 September 2022.

PERINGATAN Dini Cuaca Pontianak Besok Selasa 13 September 2022 Lengkap Cuaca Singkawang-Sintang

Kartiyus menampik isu lambatnya proses TPA baru lantaran lokasinya terlalu dekat dengan tanah yang rencananya bakal dibangun kantor Gubernur Kapuas Raya.

"Provinsi jak belum terbentuk apalagi kantornya. Jangan sampai mengganggu kepentingan masyarakat sintang. Kami Bappeda masih konsisten di jerora 1, karena lahan itu sudah lama kita siapkan. Lahan bagus, tanahnya keras kan ndak boleh di gambut. Bukan karena dekat dengan lokasi kantor gubernur baru, kantor saja belum ada. Cukup jauh hampir 2 kilo."

Prinsipnya, kata Kartiyus tugas pemerintah daerah sudah selesai, mulai dari penyiapan lahan dan mengurus analisis dampak lingkungan (Amdal).

"Prinsipnya lahan kita sudah siap. Tinggal soal ada dana atau tidak dari kementerian saja. Karena tugas pemda sudah selesai menyiapkan lahan sampai amdal. Soal berapa lama ya tergantung Kementerian, kita sih menunggu saja prinsipnya pemerintah daerah. Bahkan kalau harus dipindahkan pun kita harus siap," jelas Kartiyus. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved