Lokal Populer
Dampak Banjir di Desa Kayu Dujung Siswa Jemur Buku Pelajaran, Mesin Dompeng dan Genset Sekolah Rusak
Derasnya banjir bandang tak hanya merendam rumah Ernando, tapi juga merusak dan menghanyutkan tas, buku pelajaran, hingga sepatu
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
Reni, termasuk korban terdampak banjir.
Rumah dinasnya juga terendam.
Mesin dompeng dan generator sekolah juga rusak.
"Mesin dompeng yang tidak sempat diselamatkan karena air naik begitu cepat. Udah rusak, gak bisa dipakek, soalnya terendam banjir," ujar Reni.
Berdasarkan laporan Kepala Desa Kayu Jujung, Supriyanto yang diterima Tribunpontianak, banjir merendam empat dusun.
Dusun Jelemuk paling terdampak parah. 70 unit rumah terdampak. Engkirap 67 unit rumah.
Sementara dusun Nanga Sarang ada 20 unit rumah dan Dusun Demian Gerai, 10 rumah dan Dusun Sungai Puang 15 rumah.
Banjir juga merendam infrastruktur dan fasilitas umum seperti bendungan air bersih Jelemuk dan Nanga Serang tertimbun tanah dan batu.
Jembatan sungai terdampak tanah longsor. Jalan poros jelemuk menuju sungai pulang tertimbun tanah longsor.
"Buku pelajaran dan ATK SD 14 jelemuk dan SMPN 10 ketungau tengah terendam banjir," kata Supriyanto, Sabtu 3 September 2022.
Dampak banjir luapan sungai sekapat menyebabkan 182 rumah terdampak.
Bukan itu saja, pupuk kurang lebih 20 ton juga terendam air. Ada pula padi warga kurang lebih 5 ton.
Selain itu, terdapat 1 rumah warga jebol diterjang banjir di Nanga Sarang. Ada pula ikan nila dan lele kurang lebih 10 ribu ekor.
"Ternak warga berupa babi dan ayam terbawa arus," ungkapnya.