Lokal Populer

Dampak Banjir di Desa Kayu Dujung Siswa Jemur Buku Pelajaran, Mesin Dompeng dan Genset Sekolah Rusak

Derasnya banjir bandang tak hanya merendam rumah Ernando, tapi juga merusak dan menghanyutkan tas, buku pelajaran, hingga sepatu

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Agus Sintang
Sejumlah siswa menjemur buku pelajaran di halaman sekolah. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, tak luput dari terjangan banjir bandang luapan sungai sekapat yang terjadi beberapa waktu lalu. Banjir bandang tidak hanya merusak bendungan air bersih dan PLTMH warga, tapi juga sumber belajar siswa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banjir bandang datang begitu cepat merendam ratusan rumah penduduk, hingga gedung SDN 14 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, 2 September 2022 lalu.

Tak ada yang menyangka, curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai sekapat meluap merendam apapun yang ada di sekitarnya, termasuk rumah dan sekolah Ernando.

"Rumah kami terendam banjir kurang lebih 1,5 meter," kata Ernando, siswa SDN 14 Jelemuk, Jumat 9 September 2022.

Derasnya banjir bandang tak hanya merendam rumah Ernando, tapi juga merusak dan menghanyutkan tas, buku pelajaran, hingga sepatu

"Barang kami terendam bahkan hanyut termasuk alat sekolah seperti buku tas, sepatu hanyut terbawa banjir. Oleh sebab itu kami memohon pada pemerintah kiranya bisa memperhatikan dan memberikan bantuan pada kami," harap Ernando.

Rincian KPM dan Jadwal Penyaluran BLT Sembako dan BBM per Kecamatan di Kabupaten Sintang

Banjir bandang tidak hanya merusak bendungan air bersih dan PLTMH warga, tapi juga sumber belajar siswa yang disimpan di sekolah.

Akibat banjir, fasilitas belajar terutama hingga buku pelajaran siswa banyak yang hanyut dan rusak.

Pasca banjir, buku yang terendam banjir sudah diupayakan untuk dijemur oleh para guru dan murid supaya bisa digunakan.

Kepala SDN 14 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Lisah mengatakan banjir bandang menyebabkan buku pelajaran, alat peraga, alat olahraga, mesin dompeng serta dinamo, dinding kelas jebol, lemari buku meja dan lemari, juga rumah siswa terendam banjir banyak alat pelajaran siswa yang hilang.

"Dengan kerusakan barang tersebut kami mengharapkan pada pemerintah melalui instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada kami," harap Lisah.

Jemur Buku

Sejumlah siswa dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat menjemur buku sekolah.

Siswa terpaksa menjemur buku pelajaran mereka, akibat dihantam banjir beberapa waktu lalu.

Selain basah, tak sedikit buku pelajaran yang hanyut.

"Pasca banjir, banyak perlu bantuan, buku-buku pelajaran, alat tulis siswa dan lainnya, karena banyak yang hanyut akibat banjir bandang," kata Reni Fransiska, guru setempat, Kamis 8 September 2022.

Pohon Kapuk Timpa Ruma Warga di Sepauk Sintang, Seorang Pelajar Alami Luka Berat

Reni, termasuk korban terdampak banjir.

Rumah dinasnya juga terendam.

Mesin dompeng dan generator sekolah juga rusak.

"Mesin dompeng yang tidak sempat diselamatkan karena air naik begitu cepat. Udah rusak, gak bisa dipakek, soalnya terendam banjir," ujar Reni.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Kayu Jujung, Supriyanto yang diterima Tribunpontianak, banjir merendam empat dusun.

Dusun Jelemuk paling terdampak parah. 70 unit rumah terdampak. Engkirap 67 unit rumah.

Sementara dusun Nanga Sarang ada 20 unit rumah dan Dusun Demian Gerai, 10 rumah dan Dusun Sungai Puang 15 rumah.

Banjir juga merendam infrastruktur dan fasilitas umum seperti bendungan air bersih Jelemuk dan Nanga Serang tertimbun tanah dan batu.

Jembatan sungai terdampak tanah longsor. Jalan poros jelemuk menuju sungai pulang tertimbun tanah longsor.

"Buku pelajaran dan ATK SD 14 jelemuk dan SMPN 10 ketungau tengah terendam banjir," kata Supriyanto, Sabtu 3 September 2022.

Dampak banjir luapan sungai sekapat menyebabkan 182 rumah terdampak.

Bukan itu saja, pupuk kurang lebih 20 ton juga terendam air. Ada pula padi warga kurang lebih 5 ton.

Selain itu, terdapat 1 rumah warga jebol diterjang banjir di Nanga Sarang. Ada pula ikan nila dan lele kurang lebih 10 ribu ekor.

"Ternak warga berupa babi dan ayam terbawa arus," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved