Vaksin Rabies di Sintang Tersisa 500 Dosis

Khusus di Kecamatan desa yang sudah divaksin antara lain Desa samak, pengkadan baru,taok, riguk, mangat baru, emparu baru, empati, merimpit dan menaon

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sintang, Eka Dahliana. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sintang, Eka Dahliana mengatakan ketersediaan vaksin rabies tersisa 500 dosis.

Hingga saat ini, petugas sudah melakukan vaksinasi terhadap lebih dari 3 ribu lebih ekor anjing untuk mengantisipasi hewan penular rabies.

"Di sepauk kami vaksinasi di daerah buluh kuning sekitar 920 ekor anjing. Vaksin kami tersedia 4 ribu, 500 dosis. Sudah 3 ribu lebih kami vaksin," ujar Eka, Rabu 7 September 2022.

Bendasarkan data Dinas Kesehatan total mencapai 165 sepanjang tahun 2022 kasus gigitan hewan penularan rabies menelan dua korban jiwa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Terakhir, bocah berusia 5 tahun, asal Desa Mangat Baru, Kecamatan Dedai.

Menurut Eka, anjing yang menggigit bocah tersebut langsung dibunuh. Sehingga tidak dapat diuji laboratorium.

"Sudah dibunuh (anjingnya) mereka. Itu sudah terindikasi rabies," jelasnya.

Khusus di Kecamatan desa yang sudah divaksin antara lain Desa samak, pengkadan baru,taok, riguk, mangat baru, emparu baru, empati, merimpit dan menaong.

Korban Jiwa Kembali Melayang Akibat Rabies di Sintang, Kali Ini Bocah 5 Tahun Menjadi Korban

"Ada 3 surat permohonan dari desa untuk diminta vaksin tetapi jumlah anjing tidak di sebutkan," kata Eka.

Rencananya, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, akan kembali mengajukan penambahan vaksin rabiesn ke pemerintah provinsi Kalbar.

"Ada kemarin sudah rapat bersama pemda (soal pengajuan tambahan vaksin)," jelas Eka.

Kasus gigitan hewan penularan rabies menelan dua korban jiwa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dinas kesehatan mencatat total kasus gigitan anjing mencapai 165 sepanjang tahun 2022.

Kasus gigitan anjing penular rabies berakibat fatal pada manusia apabila tidak mendapatkan perawatan medis.

"Inilah bahaya rabies, angka kematian fatal manusia apabila tertular rabies 100 persen, fatal sekali. Hampir tidak ada obat kalau sudah positif rabies. Masa inkubasi bisa 2 minggu atau lebih. Misal kegigigt hari ini gejalanya 2 minggu. Seperti di sepauk, 3 minggu luka gigitan hilang, tapi kemudian timbul kejang dan meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Senin 5 September 2022.

Langkah pencegahan paling tepat kata Sinto anjingnya harus divaksin dan tidak boleh berkeliaran bebas. Daripada menggigit, sebaiknya dimusnahkan.

"Kita juga mengimbau masyarakat yang memiliki hewan terutama anjing tolong jangan dibiarkan berkeliaran bebas. Harus divaksin. Kalau anjing yang ada tanda rabies seperti berliur, ekornya turun, anjingnya gelisah takut terhadap cahaya, itu segera dikurung atau ekstremnya dieliminasi saja. Kemudian boleh dites ke dinas peternakan. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa," jelas Sinto.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved