BBM Subsidi Naik
Motor Klotok di Sekadau Berhenti Beroperasi, Penumpang Terlantar Lebih Dari 2 Jam
"Tadi pagi dari Seberang Kapuas naik sampan, ongkosnya sukarela. Tapi kami bayar 10.000, kata yang bawa sampan nanti mau jemput, tapi sudah 2 jam nung
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Motor klotok di Kabupaten mogok beroperasi akibat BBM naik dan sulit didapat. Penumpang akui tak keberatan jika tarif menyebrang harus naik, Rabu 7 September 2022.
Fransiska (27) menjadi satu di antara penumpang motor klotok yang terlantar di penyebrangan Sungai Kapuas- Sekadau, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.
Ia yang merupakan warga Desa Seberang Kapuas dan beberapa orang lainnya terlantar akibat tidak adanya motor klotok yang beroperasi untuk mengantarkan penumpang dari arah Sekadau ke wilayah Seberang Kapuas atau sebaliknya.
"Tadi pagi dari Seberang Kapuas naik sampan, ongkosnya sukarela. Tapi kami bayar 10.000, kata yang bawa sampan nanti mau jemput, tapi sudah 2 jam nunggu belum datang juga, " ujarnya.
• Penambang Motor Klotok di Sekadau Tak Beroperasi, Sebut Bukan Sengaja Mogok
Fransiska mengaku memang sudah mengetahui bahwa motor klotok akan berhenti beroperasi sementara waktu. Karena sulitnya penambang mendapatkan BBM di SPBU, sedangkan harga eceran cukup mahal.
Ia pun tak keberatan jika tarif menyebrang harus naik menyesuaikan harga BBM saat ini. asalkan moda transportasi utama masyarakat di wilayah Seberang Kapuas tersebut dapat beroperasi dengan lancar kembali.
"Kalau kaya gini kita juga yang pusing apalagi ini akses utama kita untuk menyebrang. Terutama untuk kami yang berjualan sayur ke pasar. Sayur dari hutan seperti pakis dan rebung. Harapannya kalau bisa bikin jembatan biar akses lancar, " imbuh Fransiska. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News