Jembatan Gantung Desa Bernayau di Sepauk Sintang Putus Diterjang Banjir Bandang

Jembatan gantung tersebut merupakan penghubung warga Desa Bernayau ke pusat Kecamatan sepauk. Putusnya jembatan tersebut menghambat aktivitas

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Jembatan gantung di Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk, Sintang, Kalimantan Barat, putus akibat diterjang banjir bandang pada Sabtu 3 September 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Jembatan Gantung di Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk, Sintang, Kalimantan Barat, putus akibat diterjang banjir bandang pada Sabtu 3 September 2022 malam.

Jembatan gantung tersebut merupakan penghubung warga Desa Bernayau ke pusat Kecamatan sepauk. Putusnya jembatan tersebut menghambat aktivitas masyarakat.

"Jembatan penghubung desa Bernayau, kecamatan Sepauk mempermudah masyarakat untuk dapat menyeberangi sungai Sepauk yang cukup besar. Mudah-mudahan mendapat perhatian dari pihak terkait agar segera dibangun dengan jembatan pengganti yang layak dan kokoh," kata Yakob dikutip dari pastingan akun Facebooknya, Minggu 4 September 2022.

Bendungan dam PLTA Rusak Diterjang Tanah Longsor, Warga Kayu Dujung Butuh Air Bersih dan Listrik

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, B. Saragih mengaku sudah mendapatkan laporan putusnya jembatan di Bernayau. Saat ini, tim BPBD juga sudah menuju ke lokasi.

"Tadi malam ada jembatan yang putus diterjang banjir sungai bernayau di sepauk. Ada tim yang sudah turun ke sana melihatnya apa dan bagaimana tindakannya kedepan," ujar Saragih.

Saragih menyebut, jembatan gantung di Desa Bernayau sangat vital menghubungkan beberapa desa, termasuk akses anak sekolah dan masyarakat menyeberang sungai.

Pihaknya akan bergerak cepat mencari solusi bersama pemerintah supaya perbaikan jembatan bisa menjadi skala perioritas.

"jembatan itu vital menghubungkan beberapa desa. Kita berharap kerjasama semua masyarakat. Laporan tadi malam jembatan bernayau ada menghubungkan beberapa desa, anak sekolah lewat situ. Ini ndak bisa lambat penangananya Kita akan rapat menyikapi perbaikannya supaya cepat teratasi. Upaya bisa menjadi skala perioritas," jelas Saragih. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved