Pemilu 2024
Politisi Demokrat Sindir Parpol Berkoalisi tapi Presiden Disung Belum Jelas Pada Tahapan Pemilu 2024
Sindirian dari partai Demokrat terkait Koalisj untuk Pemilu 2024 sepertinya mengarah kepada beberapa Parpol.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Peggy Dania
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Partai Demokrat menyinggung Parpol yang sudah mendeklarasikan Koalisi dalam Tahapan Pemilu 2024.
Diketahui bahwa saat ini partai Demokrat hingga kini belum menyatakan akan bergabung dengan partai manapun dan koalisi manapun.
Sindirian dari partai Demokrat terkait Koalisj untuk Pemilu 2024 sepertinya mengarah kepada beberapa Parpol.
Hal ini dikatakan oleh oleh Andi Malarangeng yang merupakan Anggota Partai Demokrat dalam suatu diskusi yang dilaksanakan secara daring.
Diskusi dengan tajuk Elektabilitas Capres Dalam Bingkai Survei" Diskusi tersebut diadakan oleh MNC Trijaya pada Sabtu 3 September 2022.
Andi malarangeng pun berkomentar terkait beberapa Parpol yang telah mendeklarasikan koalisi sementara capres dan cawapresnya belum jelas yang akan di Usung.
Namun, hingga saat ini belum menentukan siapa calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang akan diusung.
"Ada koalisi yang duluan terbentuk tapi sampai sekarang capres-cawapresnya kan juga belum jelas," Ujar andi
Meski begitu, Andi tak secara jelas menyebut koalisi parpol yang dimaksud itu.
• Profil Partai Kedaulatan Rakyat, Jaga Asa Ikut Pemilu 2024 PKR Lakukan Upaya Hukum Ke Bawaslu !
Diketahui, sejumlah parpol telah membangun koalisi sejak awal. Diantaranya ada Golkar, PPP dan PAN yang membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Belakangan, muncul koalisi lain yakni bentukan Partai Gerindra dan PKB.
Andi menuturkan satu-satunya parpol yang memenuhi syarat presidential threshold (PT) 20 persen, hanyalah PDIP.
Namun, kata Andi, PDIP juga sampai sekarang belum menentukan koalisi maupun capres yang diusung.
"PDIP bisa jalan sendiri enggak perlu nunggu-nunggu. Sampai sekarang pun belum bisa menentukan calon presiden," ungkapnya.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa hingga kini partainya masih intens berkomunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem.
Ia berharap, dengan komunikasi yang terjalin itu, ketiga partai politik tersebut segera menyepakati untuk berkoalisi.