Status KLB Rabies di Sintang Belum Dicabut, Sinto Minta Warga Jangan Abaikan Gigitan Anjing

Satu warga sepauk yang meninggal pasca digigit anjing disebut Sinto lantaran tidak segera mendapatkan pertolongan dan suntik vaksin anti rabies.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas peternakan dan kesehatan hewan menyuntik vaksin rabies terhadap anjing milik warga. Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, belum dicabut sejak ditetapkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno pada tahun 2016. Hingga saat ini, kasus gigitan masih ditemukan. Bahkan, satu warga Sepauk dilaporkan meninggal dunia.

"Jadi KLB rabies untuk di Kabupaten Sintang ini belum pernah dicabut. Sampai sekarang statusnya tetap KLB. Kalau benar tidak ada lagi kasusnya, baru dicabut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Kamis 1 September 2022.

Satu warga sepauk yang meninggal pasca digigit anjing disebut Sinto lantaran tidak segera mendapatkan pertolongan dan suntik vaksin anti rabies.

Kasus Gigitan Anjing Rabies Tinggi di Sintang, Satu Orang Meninggal

"Memang betul ada korban meninggal karena gigitan anjing. Seorang pria, setelah digigit anjing dia tidak langsung mendapatkan pengobatan. Jadi dia berobat, pada saat sudah mulai kejang, kaku, baru dibawa ke puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit kemudian akhirnya meninggal. Anjing yang menggigit sudah kita kirim sampelnya dan sudah dinyatakan positif rabies," ungkap Sinto.

Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat yang ditemukan kasus gigitan anjing.

Menurut Sinto, sebenarnya jika warga yang digigit anjing cepat mendapatkan pertolongan dan divaksin anti rabies, nyawanya dapat tertolong.

"Sebenarnya hal ini tidak harus terjadi sampai meninggal kalau pada saat terjadi gigitan anjing itu langsung mendapatkan pengobatan penyuntikan vaksin anti rabies. Nah ini yang kita sosialisasikan kepada masyarakat. Memang ada beberapa kasus gigitan anjing yang tidak sampai meninggal, karena setelah digigit langsung ke puskesmas untuk vaksin anti rabies, di Sintang juga ada tapi langsung divaksin," jelas Sinto.

Meski stok vaksin anti rabies masih tersedia, Sinto sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menambah stok vaksin ke Kabupaten Sintang.

"Kita sudah lakukan promosi kesehatan, mengimbau supaya yang memiliki anjing supaya dikurung tidak dibiarkan keliaran. Kita juga sudah melakukan sosialisasi penyakit rabies. Kita sudah memantau dan berkoordinasi dengan pusat untuk dropping lagi vaksin anti rabies. Tapi saat ini masih cukup tersedia, kita masih punya 100 an vial," ujar Sinto. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved