Kasus Gigitan Anjing Rabies Tinggi di Sintang, Satu Orang Meninggal

Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan meningkat beberapa bulan terakhir. Bahkan, sudah ada korban jiwa

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas peternakan dan kesehatan hewan menyuntik vaksin rabies terhadap anjing milik warga. Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan meningkat beberapa bulan terakhir. Bahkan, sudah ada korban jiwa di Kecamatan Sepauk.

"Rabies kasusnya sangat tinggi untuk beberapa bulan ini. Laporan dari desa banyak kami terima, langsung kami tindaklanjuti. Tapi teman-teman sudah berbuat dan yang dilaporkan semua sudah divaksin," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Eka Dahliana kepada Tribunpontianak, Kamis 1 September 2022.

Kasus gigitan anjing tersebar di Kecamatan Dedai dan Sepauk. Satu warga yang meninggal, warga Desa Buluh Kuning. Kasus terbaru gigitan anjing menyerang anak di Desa Tanjung Balai.

Pemkab Sintang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Batingsor, Siagakan Lumbung Sosial

"Terlahir laporan tadi malam di sepauk, Desa Tanjung Balai ada 3 orang yang digigit anjing. Dan anjingnya kata mereka sudah ditembak karena liar. Supaya jangan sampai menyebar. Besok kami akan ke sana untuk vaksinasi," ungkap Eka.

Menurut Eka, satu warga yang meninggal pasca digigit anjing tidak segera mendapatkan perawatan dan suntik vaksin. Seharusnya, jika ada kasus gigitan harus segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk ditangani.

"Yang meninggal ini tidak langsung ke puskesmas, tidak langsung disuntik vaksin untuk pencegahan. Gejalanya 2 minggu setelah gigitan, sama dengan anjing yang kena rabies. Gejala demam, nyeri, pusing, mual muntah. Terakhir sampai meninggal keluar liur dan berbusa. Waktu kena gigit diabaikan ndak dibawa ke puskesmas, sehingga meninggal," beber Eka.

Berdasarkan uji laboratorium, anjing yang menggigit warga hingga meninggal dunia positif rabies. "Kejadian di buluh kuning sampel kepala anjingnya sudah dikirim sampel ke lab hasilnya positif (rabies)," jelasnya.

Hingga saat ini, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sudah melakukan vaksinasi terhadap 3 ribu lebih ekor anjing untuk mengantisipasi rabies.

"Di sepauk kami vaksinasi di daerah buluh kuning sekitar 920 ekor anjing. Vaksin kami tersedia 4 ribu, sisa 900. Sudah 3 ribu lebih kami vaksin," ujar Eka. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved