Bencana Banjir dan Longsor di Singkawang. Sutarmidji Sebut Terkait Saluran dan Permukiman di Bukit

Dengan Kerugian materil tiga unit rumah mengalami rusak berat, 1 unit Rumah Sakit Umum Abdul Azis Singkawang terdampak banjir sehingga 11 pasien dieva

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Warga setempat melihat kondisi rumah Asmu'id yang rusak dihantam longsor. Minggu 28 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bencana alam banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa wilayah di Kota Singkawang. Namun untuk kondisi banjir sendiri sudah surut.

Berdasarkan laporan per 29 Agustus 2022 oleh BPBD Kota Singkawang kepada BPBD Provinsi Kalbar, terdaapat empat kelurahan di Kota Singkawang yang terendam banjir dan satu kelurahan yang terjadi longsor.

Kelurahan yang terdampk Banjir yakni di Kecamatan Singkaawang Barat di kelurahan Pasiran. Lalu di Kecamatan Singkawang Selatan di Kelurahan Sedau, Kelurahan Sagatani, Kelurahan Sejangkung. Sedangkan yang terkena Longsor di Kecamatan Singkawang Barat Kelurahan Pasiran, pada 27 Agustus 2022 lalu.

Adapun warga terdampak longsor 4 KK/15 Jiwa, dan terdampak banjir 127 KK/ 472 jiwa.

Dengan Kerugian materil tiga unit rumah mengalami rusak berat, 1 unit Rumah Sakit Umum Abdul Azis Singkawang terdampak banjir sehingga 11 pasien dievakusi keruangan lain. Lalu beberapa ruas jalan tergenang air sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 (dua).

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa terkait Kota Singkawang dirinya selalu menyampaikan untuk menghindari pembangunan di kaki bukit, bahkan memapas bukit.

Bencana di Kalbar, 4 Kabupaten/Kota 7 Kelurahan dan 19 Desa Terdampak Banjir dan Tanah Longsor

“Kemudian hal lainnya terkait saluran Kota Singkawang itu ditarik dari muara ke mana, saya sudah minta PU untuk melihat mana yang menjadi tugas provinsi akan kita bantu dan lebih utamakan itu,”ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar,Selasa 30 Agustus 2022.

Ia menyampaikan bahwa sudah sering menyampaikan hal tersebut yang bisa dilihat dari berita-berita.

“Jadi gampang saja melihatnya air yang turun itu lumpur artinya akibat air hujan turun dari gunung yang tak tertahan dan resapan air berkurang , pohon juga,”ungkapnya.

Sutarmidji meminta BPN dan LHK harus tegas jangan sembarangan. Sutarmidji menegaskan kalau aturan sudah, kajian juga sudah dilakukan. Maka rencana tata ruang wilayahnya tidak bisa ditolak.

“Makanya waktu mengkajinya harus betul dan menjadi perhatian ini kan tidak,”ucapnya.

Cerita Korban Peristiwa Longsor di Kota Singkawang saat Hujan Mengguyur Deras

Ia menambahkan Kota Singkawang ini selalu tentang dua hal yakni saluran dan permukiman diatas bukit.

“Kalau untuk penertiban di Pemda nya kalau mau jadi kota jasa yang merupakan pelayanan , pelayanan adalah kenyamanan jangan sampai hujan saja Kota Singkawang tetap tergenang karena salurannya. Singkawang ini karena ada bukit, pasti ada cekungan. Seharusnya topografi dilihat, tapi mudah-mudahan bisa ditangani,” ujarnya.

Sejauh ini, Pemprov Kalbar juga telah menyalurkan berupa bantuan obat-obatan kepada RS Aziz Singkawang melalui Diskes Provinsi Kalbar.

Sejak bencana alam terjadi, BPBD Kota Singkawang juga langsung monitor ke lokasi bersama Relawan meningkatkan koordinasi kepada tiga Pilar tingkat Kecamatan dalam penanganan/ pengamanan warga dilapangan, dan berkonsultasi serta mohon arahan kepada Kepala Daerah dan melaporkan kepada BPBD Provinsi Kalbar dan BNPB.

BPBD Kota Singkawang memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana susulan. Adapun kebutuhan mendesak untuk warga yakni Logistik, Sandang, Pangan, Material dan Rehab Rumah. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved