Longsor Hantam Dapur Rumah Warga di Singkawang, Mashita Panik Hingga Berteriak Sekuat Tenaga
Untuk diketahui, saat kejadian Mashita hanya tinggal berdua bersama anaknya di rumah, sementara suaminya sedang bekerja di Pontianak
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Tak hanya terjadi di gang Batu Mas Singkawang, belakangan diketahui peristiwa longsor juga terjadi di kaki bukit tak jauh dari Bundaran 1001 Singkawang pada Sabtu 27 Agustus 2022 kemarin.
Material tanah, batu, dan pohon yang terbawa longsor menghantam dua rumah warga dan Vihara Nan Hai Kwan In di Jalan A Yani Singkawang, tak jauh dari Gerbang Selamat Datang
Akibatnya, bagian dapur di dua rumah warga tersebut hancur serta merusak pagar dan bagian belakang bangunan Vihara.
Mashitah, salah seorang pemilik rumah menceritakan kembali kejadian menegangkan saat longsor menghantam dapur rumahnya.
• Kapolres dan Forkopimda Pantau Langsung Daerah Rawan Banjir di Kota Singkawang
Ketika itu, saat hujan deras, dirinya tiba-tiba mendengar suara gemuruh yang begitu kuat.
Namun, ia mengira suara gemuruh tersebut berasal dari kecelakaan di jalan.
Ia pun langsung keluar kamar dan melihat kondisi di jalan yang tengah diguyur hujan deras.
Melihat tak ada keanehan di jalan, dirinya kemudian kembali masuk ke rumah dan berjalan di dapur.
Betapa kagetnya ia melihat bagian dapur rumahnya sudah hancur dihatam material tanah dan kayu yang terbawa longsor.
Ia pun panik dan berteriak sekencang-kencangnya keluar rumah membawa anaknya yang masih kecil untuk menyelamatkan diri.
"Waktu itu saya benar-benar panik pas tahu ternyata bukit di belakang longsor," kata Mashita, Senin 29 Agustus 2022.
Sembari menggendong anaknya, ia berlari ke tempat yang jauh dari kaki bukit meninggalkan rumahnya.
Kejadian ini, Mashita katakan, menjadi yang pertama setelah berpuluh-puluh tahun ia tinggal.
Dirinya begitu tak menyangka longsor akan terjadi dan menimpa bagian rumah miliknya.
Kini, ia dan anaknya terpaksa harus mengungsi di rumah kerabatnya lantaran masih takut longsor kembali terjadi.
Untuk diketahui, saat kejadian Mashita hanya tinggal berdua bersama anaknya di rumah, sementara suaminya sedang bekerja di Pontianak. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News