HMI Cabang Mempawah Tolak Wacana Kenaikan BBM Subsidi, Anita: Beban Baru bagi Masyarakat

Anita berharap Pemerintah Pusat dapat mempertimbangkan kembali wacana kenaikan BBM bersubsidi

Penulis: Ramadhan | Editor: Jamadin
Dokumentasi Anita
Ketum HMI Cabang Mempawah, Anita Sukma Ariyanti.   

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pemerintah kembali dikabarkan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite dalam pekan ini.

Sinyal kenaikan harga BBM ini disinyalir setelah beban subsidi BBM dan kompensasi energi dalam APBN 2022 membengkak hingga Rp 502 triliun.

Tentunya saja dengan wacana kenaikan BBM bersubsidi tersebut mendapatkan kritikan, seperti halnya yang juga turut disoroti oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah, Anita Sukma Ariyanti .

Kepada Tribunpontianak.co.id, Anita menyatakan sikapnya, bahwa HMI Cabang Mempawah menolak keras wacana kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Ketika ada kenaikan bahan pokok atau BBM, saya yakin hampir semua lapisan masyarakat akan menolak hal tersebut, terlebih masyarakat menengah kebawah. Oleh sebab itu, kami HMI Cabang Mempawah turut menyuarakan penolakan akan wacana kenaikan BBM bersubsidi ini," tegas Anita, Jumat 26 Agustus 2022 pagi.

Respon Gerakan Kemahasiswaan di Kalbar Atas Wacana Kenaikan BBM Subsidi

Anita menyebut, kenaikan BBM pastinya akan menjadi beban baru yang akan semakin mempersulit dan memperberat perekonomian masyarakat.

"Karena dampak kenaikan BBM tidak hanya pada ekonomi, yang tentu akan mendorong kenaikan inflasi, yang mungkin saja meningkat. tapi juga akan berimbas pada aspek sosial masyarakat Indonesia," tegasnya.

"Angka kemiskinan yang mungkin saja akan terus meningkat, dan ngk pengangguran yang semakin banyak. Harusnya hal tersebut yang harus dicarikan solusi konkrit oleh Pemerintah demi mensejahterakan anak bangsa," lanjutnya tegas.

Oleh sebab itu, Anita berharap Pemerintah Pusat dapat mempertimbangkan kembali wacana kenaikan BBM bersubsidi.

"Sekarang ini ekonomi baru mulai bangkit, pasca terbelenggu kurang lebih tiga tahun oleh Pandemi Covid-19. Maka oleh itu jangan sampai dicederai dengan kebijakan yang hanya menyengsarakan rakyat," ujarnya.

"Untuk itu, saya mengharapkan pemerintah bisa dengan bijak memikirkan dan memperhitungkan secara serius dampak yang akan ditimbulkan kepada masyarakat saat BBM dinaikkan," tutupnya tegas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved