Emak-emak Mengadu ke Sutarmidji Minta Perbaikan Drainase Jalan Cadika Sintang

Rumah masuk air, banjir. Rusak sudah lama. Makanya kami berani ke sini mau minta tolong.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Sutarmidji usai menjadi inspektur upacara pada HUT Ke-77 RI di Halaman Kantor Gubernur, Rabu 17 Agustus 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Cadika, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, memberanikan diri mencegat Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat kunjungan ke Kabupaten Sintang.

Lima orang emak-emak itu mencegat orang nomor satu di Kalimantan Barat, sebelum masuk ke mobil setelah menghadiri kegiatan pangan murah di Kantor Kecamatan Sintang, Kamis 25 Agustus 2022. Emak-emak yang dipimpin oleh Tuti mengadu ke Sutarmidji soal kondisi drainase Jalan Cadika yang menahun tak kunjung ada perbaikan dari Pemkab Sintang.

Tuti sempat mengajak langsung Gubernur Sutarmidji untuk melihat langsung kondisi drainase jalan cadika yang lokasinya tak jauh dari kantor Kecamatan Sintang. "Ayo ke sana, Pak. Biar bapak lihat. Boleh lah lihat sebentar, Pak. Llihat kondisi kami," ajak Tuti.

Dihampiri warga, langkah Sutarmidji masuk mobil terhenti. Dia mendengarkan keluhan warga. Namun, dia tidak bisa menerima ajakan warga untuk meninjau Jalan Cadika karena harus meresmikan Kantor Bank Kalbar Syariah. "Iya saya akan koordinasikan dengan wakil bupati. Ibu tenang, jak," jawab Sutarmidji.

Gubernur Sutarmidji Resmikan Gedung Bank Kalbar Kantor Syariah Cabang Sintang

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Suyanto Tanjung, yang turut mendampingi gubernur juga memastikan akan berkoordinasi dengan Pemkab Sintang untuk perbaikan jalan cadika.

Sementara itu Wakil Bupati Sintang, Melkianus, yang juga berada di antara rombongan gubernur menyebut pemerintah akan menganggarkan perbaikan drainase Jalan Cadika lewat anggaran perubahan. "Udah dimasukan di ABT," ujarnya.

Warga Jalan Cadika, memberanikan diri mengadu langsung ke Gubernur Kalbar, Sutarmidji, lantaran kondisi drainse buruk tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Sintang.

"Rumah masuk air, banjir. Rusak sudah lama. Makanya kami berani ke sini mau minta tolong. Harapannya segera lah drainase diperbaiki biar lancar biar kami bisa lewat ndak kebanjiran lagi," harap Juanti.

Pernah Tanam Pisang

Warga yang tinggal di kawasan Jalan Cadika, Desa Baning Kota, Sintang, menanam tiga pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes pada pemerintah.

Protes warga lantaran drainase jalan Cadika tak kunjung ada perbaikan. Padahal, kondisi ini sudah terjadi lebih dari lima tahun. Akibatnya, jalan tersebut selalu digenangi air.

"Hampir 10 tahun ndak ada perbaikan sama sekali. Datang cuma foto ukur," sesal Julia, Senin 4 Agustus 2022 silam.

Warga di Jalan Cadika, tak minta muluk-muluk. Mereka hanya memohon pada Pemkab Sintang untuk membuatkan drainase yang layak supaya air bisa mengalir keluar, tidak menggenangi jalan cadika.

"Kami sudah gak mampu. Permintaan kami cuma satu betulkan drainase supaya air lancar ngalir. Kalau ditimbun masyarakat kasihan, air ndak bisa keluar," harap Julia.

Warga Desa Baning Kota hidup dalam kekhawatiran. Bertahun-tahun lamanya, mereka ketakutan hidup di antara genangan air yang nyaris tak pernah kering di Jalan Cadika.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved