Pegadaian Kalimantan Dukung Proses Hukum terhadap DT, Pastikan Dana Nasabah Aman

tindak pidana yang dilakukan DT, tidak menggunakan dana nasabah seperti yang jamak diberitakan. Apalagi sampai merugikan nasabah.

Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Karyawan PT Pegadaian melayani nasabah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BALIKPAPAN - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) IV Balikpapan dengan wilayah kerja seluruh Kalimantan angkat bicara terkait kasus dugaan korupsi mantan kasir Pegadaian Pontianak berinisial DT, yang ditangkap Kejaksaan Negeri Pontianak, Selasa 23 Agustus 2022.

"Pegadaian dukung penegakan hukum dan tidak memberi toleransi dalam bentuk apapun," tegas Manager Protokol dan Humas Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Fariz Fauzan di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman Stalkuda Balikpapan.

Lebih dari itu, Fariz karib ia disapa, menegaskan, tindak pidana yang dilakukan DT, tidak menggunakan dana nasabah seperti yang jamak diberitakan.

Apalagi sampai merugikan nasabah.

"Dalam kasus ini, tidak ada dana nasabah yang digunakan. Justru perusahaan yang mengalami kerugian. Karenanya Pegadaian menjamin penuh nasabah tidak dirugikan," jelasnya meyakinkan.

Di sisi lain, Fariz menjelaskan, perusahaan konsisten menerapkan prinsip tata kelola yang baik melalui Good Corporate Governance (GCG).

Tidak Ada Dana Nasabah Pegadaian yang Dirugikan, Sulaeman : Kasus Terungkap Setelah Audit

Yakni prinsip untuk memaksimalkan nilai perusahaan, meningkatkan kinerja dan kontribusi perusahaan, serta menjaga keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang.

Namun untuk mencegah kejadian serupa, manajemen melakukan evaluasi dan perbaikan sistem prosedur operasional.

Dalam kesempatan itu, tak lupa Fariz menyampaikan permohonan maaf manajemen kepada seluruh nasabah dan pemangku kepentingan di wilayah kerja Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.

"Jadi kepada para nasabah dan pemangku kepentingan lainnya kami harap tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Langkah hukum ini bukti komitmen manajemen mendukung program pemerintah dalam menegakkan hukum dan menindak pelaku korupsi," tuturnya menenangkan.

Ya, Kejaksaan Negeri Pontianak menjebloskan mantan kasir Pegadaian cabang Tabrani Ahmad dan cabang Wahid Hasyim berinisial DT, berjenis kelamin perempuan. Dia diduga melakukan korupsi hingga lebih dari Rp 433 juta.

Dalam aksinya, DT memanfaatkan posisinya sebagai kasir. Memanipulasi pembayaran nasabah untuk berbagai jenis transaksi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved