BI Kalbar Kenalkan Uang Baru 2022, Pastikan Makin Sulit Dipalsukan
Misalkan saja saat di tes pada sinar UV, maka akan lebih banyak area dalam uang tersebut yang berpendar, jika uang TE tahun 2016 tidak terlalu banyak.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan uang baru atau uang rupiah kertas TE 2022 saat peringatan HUT ke-77 RI.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Agus Chusaini, menjelaskan sejumlah perbedaan pada uang baru tersebut. Di antaranya ketajaman warna yang lebih mencolok pada uang baru tersebut.
“Untuk desain gambar tidak ada perbedaan dengan sebelumnya, tetap memakai gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan, serta tema kebudayaan Indonesia (gambar tarian, pemandangan alam, dan flora) pada bagian belakang sebagaimana Uang TE 2016,” jelasnya saat konferensi pers peluncuran uang baru di Kantor BI Kalbar pada Jumat 19 Agustus 2022.
Perbedaan lain yang tampak mencolok adalah ukuran dari tiap masing-masing pecahan yakni ada selisih 5 mm.
“Jadi makin kecil uang pecahannya, maka ukurannya semakin kecil juga. Ini juga membantu masyarakat Tuna Netra agar makin memudahkan mereka dalam membedakan tiap pecahan uang tersebut,” paparnya.
Terkait tingkat keamanan pada uang kertas TE 2022, Agus memastikan tingkat pengamanan uang baru ini lebih tinggi sehingga makin sulit untuk dipalsukan.

Misalkan saja saat di tes pada sinar UV, maka akan lebih banyak area dalam uang tersebut yang berpendar, jika uang TE tahun 2016 tidak terlalu banyak.
Terdapat pula penggunaan teknologi Color Shifting Ink.
Di mana teknologi ini menerapkan cetak warna yang bisa bergerak-gerak pada sejumlah gambar dalam uang rupiah kertas 2022.
Baca juga: Mulai Hari Ini Bank Indonesia Kalbar Buka Penukaran Uang Baru
“Jika digerakan itu akan tampak perubahan warna. Maka ini semakin gampang masyarakat membedakan mana uang asli dan uang palsu,” ujarnya.
Selain itu pada uang pecahan kecil seperti Rp 1.000, Rp 2.000 Rp 5.000 sudah digunakan coating atau varnish.
“Hal ini dilakukan karena uang pecahan kecil ini paling cepat lusuh atau tidak awet, makanya pecahan yang sekarang diberikan pelapis biar awet.
Kami juga berharap masyarakat memberlakukan uang ini dengan bijak, seperti menempatkan uang di dompet jangan di saku baju atau celana karena rentang terkena keringat, sehingga kualitas uang cepat rusak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Chusaini menegaskan dengan diluncurkan uang baru atau uang kertas TE 2022 ini, maka uang TE 2016 tetap berlaku karena BI belum melakukan pencabutan.
Agus Chusaini menjelaskan alasan Bank Indonesia meluncurkan uang TE 2022, karena berdasarkan beberapa evaluasi. Seperti perlu dilakukan penguatan desain agar makin mudah dikenali.