Sutarmidji Sebut Kratom Jenis Tanaman Obat, Topang Perekonomian Masyarakat

Hal ini Midji ungkapkan saat acara Simposium dengan tema Kratom Sustainability yang bertempat di Hotel Golden Tulip, Jumat 12 Agustus 2022.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Kratom Sustainability yang bertempat di Hotel Golden Tulip, Jumat 12 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan kratom menjadi penopang ekonomi masyarakat dan merupakan jenis tanaman obat. Memang di Indonesia, kratom belum banyak dimanfaatkan karena adanya benturan terkait regulasi.

Kratom diindikasikan oleh sejumlah kalangan masuk dalam golongan narkotika. Seharusnya kata Sutarmidji, penting dilakukan penelitian oleh para ahli terkait manfaat daun kratom untuk kesehatan.

Hal ini Midji ungkapkan saat acara Simposium dengan tema Kratom Sustainability yang bertempat di Hotel Golden Tulip, Jumat 12 Agustus 2022.

Acara itu digelar oleh Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) dan dihadiri Asosiasi Kratom Amerika Serikat.

Sejumlah Peserta Mengaku Senang Saat Mengikuti Lomba Mewarnai di Kantor Tribun Pontianak

"Kratom ini kan tanaman jenis obat, penelitian-penelitian penting dilakukan ya supaya hasilnya itu betul valid tidak sekedar ini itu ini itu ya. Saya dulu pernah menyinggung dengan presiden, tapi beliau itu tadi. Lihat manfaatnya saja dulu. Artinya apa kita terlambat melakukan penelitian," ujarnya.

Sejauh ini, larangan kata Midji tidak diikuti dengan penelitian oleh para ahli.

"Hanya melarang dan melihat Zat Adiktif bahaya. Tetapi tidak mungkin suatu zat itu berdiri sendiri dia bisa hilang ketika bertemu dengan zat-zat lainnya," tegasnya.

Kratom saat ini diakui Midji punya pasarnya, barangnya pun tersedia.

"Kecuali satu jenis zat aditif yang seluruh dunia menolak. Contoh narkotika, tidak ada negara yang menerima. Kratom ini justru untuk terapi, sebenarnya terapi untuk ketergantungan kepada narkotika," jelasnya.

Seperti dikatakan kata Sutarmidji, kratom memiliki zat aditif 4 kali sampai 8 kali lebih dibandingkan ganja. Namun, seorang pecandu narkoba, jika disuruh memilih pasti memilih ganja karena ganja menyebabkan penggunanya berhalusinasi. 

"Kratom yang dikatakan 8 kali itu tidak menyebabkan berhalusinasi. Artinya ada zat aditif yang terkandung didalam kratom itu senyawa ini ketika bertemu dengan zat-zat lain yang ada didalam tubuh kita dia jadi netral," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved