PLP-2 Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak di Bengkayang Wujud Komitmen Dukung Kampus Merdeka

Bupati Kabupaten Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam sambutan tertulisnya menyambut baik dan berterima kasih atas kepercayaan IKIP PGRI Pontianak

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penyerahan mahasiswa peserta program PLP-2 dan KKM Tahun Akademik 2022/2023 di Aula Kantor Bupati Kabupaten Bengkayang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang menerima 64 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP-PGRI) Pontianak untuk melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-2 serta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). 

PLP-2 merupakan komitmen dalam upaya mendukung implementasi program Kampus Merdeka.

Bupati Kabupaten Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam sambutan tertulisnya menyambut baik dan berterima kasih atas kepercayaan IKIP PGRI Pontianak kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang. 

Bhabinkamtibmas Dampingi Vaksinasi 47 Ternak di Kecamatan Monterado Bengkayang

Karena beberapa di wilayah Kabupaten Bengkayang untuk menjadi tempat pelaksanaan program PLP-2 dan KKM IKIP PGRI Pontianak

"Kegiatan ini sangat relevan dengan visi Pemkab Bengkayang yakni maju, adil, nasionalis, terdepan, amanah dan peduli," ujar Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis dalam keterangan tertulisnya Kamis 11 Agustus 2022.

Dirinya menyebutkan dalam upaya mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bengkayang maka ada tujuh misi yang harus dilakukan. 

Diantaranya mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan religius. Salah satu strateginya yakni dengan peningkatan kualitas mutu pendidikan. 

"Hal tersebut bisa diwujudkan dengan membentuk guru yang memiliki kompetensi dan mampu bertransformasi dalam penguasaan media digital untuk pembelajaran," katanya.

Darwis berpesan agar mahasiswa IKIP PGRI Pontianak yang melaksanakan kegiatan PLP-2 dan KKM bisa membawa inovasi pembelajaran. Terutama berbasis teknologi pada prakteknya baik melalui tatap muka langsung. Maupun metode blended learning serta metode lain yang relevan. 

"Saya yakin dengan kompetensi yang dimiliki oleh para mahasiswa dengan keilmuan yang terbaru dan berbagai metode pembelajaran yang telah diajarkan," jelasnya.

"Dengan dukungan para dosen akan semakin memperkaya dalam melaksanakan PLP-2 dan KKM di Sekolah," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono juga mengapresiasi program PLP-2 dan KKM yang diselenggarakan IKIP PGRI Pontianak.

Program ini menurutnya sangat relevan dengan Kemendikbudristek yakni penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Hal ini didasarkan adanya tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, kompetensi dan keterampilan abad 21 hingga pentingnya perubahan dalam aktifitas perkuliahan," jelas Heru Pujiono.

Sementara itu Wakil Rektor II IKIP PGRI Pontianak, Suherdiyanto mengatakan program PLP-2 mengacu pada MBKM yang di desain lanjutan dari penerapan kurikulum program studi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Berorientasi pada keutuhan capaian kompetensi pembelajaran, meliputi unsur sikap atau tata nilai, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.  

"Kebijakan MBKM di IKIP PGRI Pontianak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran," ujar Wakil Rektor II IKIP PGRI Pontianak, Suherdiyanto, Kamis 11 Agustus 2022.

"Selain itu, mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengikuti kegiatan belajar di luar program studinya di dalam perguruan tinggi yang sama dengan bobot sks tertentu," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved