Lokal Populer

Deklarasi Desa ODF Harus Sejalan Dengan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat

Deklarasi ODF atau stop buang buang air sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga makanan minuman adalah tugas berat

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Foto prokopim setda sintang
Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri kegiatan Deklarasi ODF di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk. baru empat desa di Kecamatan Sepauk yang sudah mendeklarasikan diri menjadi desa ODF dari total 40 desa. Jika dipersentasekan, baru 10 persen. 

Project Manager Wahana Visi Indonesia, Maya Sinlae mengatakan bahwa penyediaan akses air minum dan sanitasi adalah hak asasi setiap manusia.

"Belum baiknya kondisi air minum dan sanitasi tentunya bukanlah suatu hal yang baik, karena telah terbukti memberikan dampak buruk untuk banyak hal," ujarnya.

Lanjutnya, mulai dari kesehatan lingkungan, individu, hingga terbukti membuat beban ekonomi yang tidak bisa dihindari.

Untuk itu, kata dia WVI hadir melalui program Financing Wash for Universal Coverage, dengan tujuan berkontribusi dalam mencapai akses universal air minum dan sanitasi bagi semua.

“Program ini diharapkan bisa memberikan informasi menyeluruh kepada semua pihak yang terlibat, sekaligus untuk melakukan identifikasi terkait peran, tanggung jawab, kebutuhan, serta dukungan dari setiap pemangku kepentingan agar kolaborasi yang terjalin ini bisa berjalan dengan baik dan berhasil optimal," katanya.

Air Bersih dan Sanitasi Layak

Manager Area Program WVI Sintang, Margaretta Siregar mengatakan bahwa program financing wash for universal coverage untuk pendukung pencapaian Suistainable Development Goals (SDGs) Goal Nomor 6 yaitu Penyediaan Air Minum dan Sanitasi yang Aman dan Terjangkau untuk Semua pada tahun 2030.

"Program ini untuk mendukung pencapaian SDGs nomor enam yaitu air bersih dan sanitasi layak, menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua,” kata Margareta.

Dikatakannya, komponen utama program financing wash for universal coverage adalah mengembangkan pembiayaan infrastruktur air minum, sanitasi, dan model pelayanan yang berkelanjutan.

"Melalui kegiatan assessment, survey, FGD, review kebijakan dan mekanisme pembiayaan," imbuhnya.

Untuk itu, Kata Dia WVI bersama lembaga kemitraan berupaya mengembangkan model pembiayaan air dan sanitasi dan layanan berkelanjutan.

"Mengembangkan kemitraan investasi air dan sanitasi, serta mengembangkan sistem percontohan akuntabilitas keuangan," pungkasnya.

Dukungan Pemkab

Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa yang Diwakili oleh Asisten II, Dr. P.R Beni Robin mengatakan saat ini penyediaan akses air minum dan sanitasi aman menjadi Prioritas Nasional.

Kata dia, hal ini tertuang dalam RPJMN 2020- 2024. Dimana Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menyediakan layanan air minum yang aman dan sanitasi yang layak bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved