Polisi Tembak Polisi

Kondisi Bharada E Usai Ditetapkan Tersangka Memprihatinkan, Kuasa Hukum: Mentalnya Tidak Siap

Diketahui Bharada E dijerat pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kolase tribunpontianak.co.id / Tribunnews
Andreas Nahot Silitonga (kiri) merupakan kuasa hukum Bharada E (kanan). Andreas mengungkapkan kondisi terkini Bharada E usai ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bharada Richard Eliezer atau Bharada E resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022.

Kini, Bharada E harus ditahan pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka .

Diketahui Bharada E dijerat pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) soal tindak pidana pembunuhan berencanya dengan sanksi penjara yang sudah ditetapkan

Baru-baru ini kondisi Bharada E diungkap kuasa hukumnya Andreas Nahot Silitonga

Andreas Nahot Silitonga mengungkapkan bahwa Bharada E masih terpukul karena ditahan.

Bharada E Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J, Begini Kronologi Insiden Baku Tembak Versinya

Menurut Andreas Nahot Silitonga, Bharada E tak siap jika harus mendekam di penjara.

"Saya menilai dia sebenarnya kondisi mentalnya ya tidak siap," ujar Andreas kepada wartawan, Jumat 5 Agustus 2022 dikutip dari Tribunnews.

Meskipun begitu, Andreas menambahkan bahwa Bharada E dalam kondisi sehat.

Ia menuturkan bahwa setiap orang sejatinya tidak ada yang siap dipenjara.

Termasuk, kata Andreas, Bharada E yang kini diduga dalam dugaan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Pengen kenal juga saya sama orang yang siap dipenjara," pungkasnya.

TERUNGKAP Bharada E Tembak Brigadir J Bukan untuk Beladiri, Lalu Kenapa Bharada E Tembak Brigadir J?

Di sisi lain, publik menyoroti kondisi Putri Candrawathi pasca kejadian yang membuatnya diduga hampir dilecehkan Brigadir J

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa Putri Candrawathi masih shock hingga tak berhenti menangis.

Kondisi itu diketahui usai Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani bertemu dengan Putri Candrawathi di rumahnya pada 16 Juli 2022 lalu.

Bahkan, menurut penuturan Andy Yentriyani, Putri Candrawathi sempat terdiam seribu bahasa perihal peristiwa dugaan pelecehan yang dialaminya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved