Gubernur Sutarmidji Sebut Kalbar Miliki 325 Destinasi Wisata dengan Beragam Keunikan
Sutarmidji mengatakan di Kalbar memiliki 325 destinasi wisata baik berupa alam dan lain sebagainya yang ini harus selalu ditampilkan
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mendampingi Kunker Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ke Desa Wisata Kampung Melayu terkait Peninjauan dan Penilaian 50 Besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) bertempat di Waterfront Benua Melayu Laut, Minggu 31 Agustus 2022.
Sutarmidji mengatakan trend pengembangan Ekonomi Indonesia saat ini berada di sektor pariwisata sehingga seluruh daerah di Kalimantan Barat harus berlomba-lomba menonjolkan objek wisatanya masing-masing yang menjadi unggulan.
Sutarmidji mengatakan di Kalbar memiliki 325 destinasi wisata baik berupa alam dan lain sebagainya yang ini harus selalu ditampilkan termasuk memiliki keunikan dari unsur budaya, tradisi maupun kreatifitas.
"Dekranas kita bangun baru untuk showroomnya para pengrajin, kemduain hasil hutan kita punya galeri hasil hutan, itu jadi objek wisata, harus pandai-pandai menampilkan, sungai kupah itu mangrove" kata Sutarmidji.
• Nyucol Meriam Karbit di Desa Wisata Kampung Melayu Pontianak, Sandiaga Uno : Sensasinya Luar Biasa
Kedepannya lagi akan terus gencar melakukan promosi, diantaranya Sutarmidji mengatakan bahwa Pemprov Kalbar akan terus menggenjot promosi potensi unggulan pada pertemuan Menteri Ekonomi se-Asean nantinya.
Pada pertemuan itu nantinya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan pihaknya akan mempromosikan berbagai produk unggulan dan peluang investasi kepada para menteri ekonomi yang akan datang di Kalbar saat kegiatan pertemuan Menteri Perekonomian dan Gubernur Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Fhilipina di Kalbar .
"Bulan November nanti di Kalbar akan berlangsung pertemuan Menteri Ekonomi se-Asean. Kita akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan berbagai produk unggulan dan potensi investasi di Kalbar, termasuk pariwisata," ujar Sutarmidji.
Dia mengatakan banyak potensi unggulan yang dimiliki Kalimantan Barat khususnya yang berkaitan dengan lingkungan seperti halnya Kota Pontianak memiliki Aplikasi SiPohon yang bisa menghitung karbon CO2 dan biomasa dari pohon yang ada.
"Termasuk potensi wisata Sungai Kupah Kubu Raya dengan misi memperluas tanaman mangrove mengajak wisatawan Mancanegara menanam Mangrove secara digital,"pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News