WBP Lapas Ketapang Dapatkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Vaksinasi Covid-19
Pelaksanaan vaksinasi dan pemeriksaan IVA dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas II B Ketapang, Ali Imran Bersama Kepala Dinkes Kabupaten Ketapang,
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelas II B Ketapang mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) bagi WBP perempuan.
Pelaksanaan vaksinasi dan pemeriksaan IVA dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas II B Ketapang, Ali Imran Bersama Kepala Dinkes Kabupaten Ketapang, H. Rustami.
Dalam kesempatannya, Kalapas Ketapang, Ali Imran menyampaikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi bagi Keluarga WBP dan pemeriksaan IVA merupakan kerja sama antar Lapas Kelas II B Ketapang dengan Dinas Kesehatan.
Kalapas berharap pemberian vaksin kepada Kelurga WBP dapat mencegah penyebaran virus corona, khususnya di lingkungan Lapas Kelas IIB Ketapang.
• Datangi Peternakan Warga, Satgas PMK Polres Ketapang Salurkan Disinfektan Kepada Peternak Sapi
“Kami mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, salah satunya melalui kegiatan vaksinasi," kata Ali Imran, Kamis 28 Juli 2022.
Selain vaksinasi, pihaknya melakukan pemerisaan IVA kepada WBP perempuan di Lapas Ketapang. Pemeriksaan yang dilakukan guna deteksi dini kanker serviks.
Untuk itu, Ali Imran sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten ketapang kerena hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, warga binaan perempuan bisa melaksanakan pemeriksaan IVA guna deteksi dini kanker serviks.
"Sesuai data yang dilakukan vaksinisasi dan pemeriksaan lainnya itu yakni, vaksinasi pengunjung 20 orang, pemeriksaan IVA 45 orang, screening HIV, Hepatitis dan TBC 70 orang, vaksinasi WBP 50 orang, vaksinasi pegawai enam orang dan PCR WBP 50 orang," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami menjelaskan angka kanker serviks di Kabupaten cukup tinggi.
Jika ditemukan gejalanya maka pihaknya bakal melakukan terapi lanjutan untuk membersihkan bibit kanker tersebut.
"Kalau (kasus kanker serviks) angkanya saya kurang hapal, yang pasti angkanya cukup tinggi, kalau sudah parah kanker serviks bisa menyebabkan kematian," paparnya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II B Ketapang, Rahman Adi Ramadani menyampaikan, kegiatan tersebut pun berjalan dengan lancar.
"Alhamdulillah respon dari warga binaan juga baik dan antusias. Karena ini memang untuk kesehatan mereka," ujarnya. (*)
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News