152 Mahasiswa STKIP Melawi Ikuti Wisuda Program Sarjana Angkatan ke-VI
Pendidikan Guru Usia Dini (PG-PAUD) berjumlah 21 orang, Pendidikan Matematika berjumlah 16 orang dan Pendidikan Fisika berjumlah 8 orang.
Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI – 152 Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) di wisuda pada sidang senat terbuka program sarjana Strata 1 angkatan ke-VI tahun akademik 2021/2022 yang dilangsungkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, pada Kamis 28 juli 2022.
Ketua panitia, Kartini menyampaikan jumlah yang diwisuda 152 orang yang terdiri dari 5 prodi jenjang Sarjana Strata 1 (S1). Yakni, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berjumlah 88 orang, Pendidikan Jasmani (Penjas) berjumlah 19 orang,
Pendidikan Guru Usia Dini (PG-PAUD) berjumlah 21 orang, Pendidikan Matematika berjumlah 16 orang dan Pendidikan Fisika berjumlah 8 orang.
• Personel Polres Melawi Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Bullying di Kalangan Pelajar
“Untuk lulusan tercepat dari 5 Prodi yang diwisuda tersebut yaitu PGSD atas nama Dina Nirmala masa studi 3 tahun 5 bulan 16 hari, Prodi Penjas atas nama Rijal Nurdin masa studi 3 tahun 5 bulan 4 hari, Prodi PG- Paud atas nama Kumil Istiqomah masa studi 3 tahun 10 bulan 7 hari, Pendidikan Matematika atas nama Ifana Ria Hanifah masa studi 3 tahun 6 bulan 11 hari dan Pendidikan Fisika atas nama Sisi Arbaina masa studi 3 tahun 10 bulan 12 hari,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua STKIP Melawi, Septian Petrianus menyampaikan kepada semua yang diwisuda bahwa perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Menurutnya, perjuangan sesungguhnya yakni setelah wisuda.
“Perjuangan yang sesungguhnya untuk para yang diwisuda adalah setelah diwisuda, karena biasanya tiori yang didapat di waktu kuliah akan bertolak belakang dengan apa yang kita hadapi dimasyarakat,” ungkapnya.
Dikatakan Septian, selama kepemimpinan Bupati Dadi dan Wakil Bupati Kluisen, STKIP Melawi sangat mendapatkan perhatian khusus. Dari 5 prodi di STKIP Melawi, 4 prodi sudah akreditasi B dan sisa 1 prodi akreditasi C.
”Kendala untuk menaikkan akreditasi salah satunya sekarang adalah mengumpulkan data alumni yang sudah tersebar dimana-mana,” terangnya. (*)
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News