Khazanah Islam
Satu Muharram Jatuh Pada Hari Apa Pada Kalender Nasional Masehi ? Tahun Baru Islam 2022
Sejumlah keistimewaan terdapat dalam Bulan Muharram yang disebut sebagai bulan haram 1 dari 4 bulan lainnya yaitu Dzulqaidah, Dzulhijah, Rajab.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penanggalan Hijriyah mengalami perubahan setelah ditetapkan pemerintah untuk menentukan 1 Dzulhijah dan 10 Dzulhijah Hari Raya Idul Adha.
Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan hijriyah.
Sejumlah keistimewaan terdapat dalam Bulan Muharram yang disebut sebagai bulan haram 1 dari 4 bulan lainnya yaitu Dzulqaidah, Dzulhijah, Rajab.
Kepastian 1 Muharram tetap mengacu pada perubahan sesuai ketentuan pemerintah dan penanggalan masehi.
Sebelum, 1 Muharram tercantum dalam penanggalan nasional tertera tahun baru Islam 1 Muharram jatuh pada tanggal 30 Juli.
Namun setelah adanya perubahan maka jatuh pada tanggal 31 Juli 2022, mundur dari hari sebelumnya satu hari.
Jika dicocokkan dengan penanggalan yang ada maka tanggal 31 Juli itu jatuh pada hari Minggu.
Malam tahun baru Islam akan jatuh pada Malam Minggu dan hari pertama dalam tahun baru Islam 1 Muharram jatuh ada Hari Minggu.
• Kalender Juli 2022 Untuk Bulan Muharram Tahun Baru Islam dan Hari Libur
Dianjurkan panjatkan doa dalam menyambut awal dan akhir tahun baru Islam sebagai berikut :
Doa Akhir Tahun Hijriah
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm."
Artinya : Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berrarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.