Harga Elpiji Non-Subsidi Naik, Disperindag Singkawang Waspadai Praktik Pengoplos Gas

Menurutnya lonjakan harga Elpiji non-subsidi ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya pengoplosan gas dari tabung gas Elpiji bersubsidi ke tabung gas

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia
Kepala Disperindagkop UKM Kota Singkawang, Muslimin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Singkawang kini lebih meningkatkan fungsi pengawasannya terhadap pendistribusian gas Elpiji.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan seiring dengan kenaikan harga gas Elpiji non-subsidi yang melambung tinggi dari harga sebelumnya.

Seperti yang diungkapkan Kepala Disperindagkop UKM Kota Singkawang, Muslimin kepada awak media.

Menurutnya lonjakan harga Elpiji non-subsidi ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya pengoplosan gas dari tabung gas Elpiji bersubsidi ke tabung gas non-subsidi.

Bhabinkamtibmas Polsek Singkawang Utara Sambangi Pemilik Ternak, Sosialisasi dan Edukasi Terkait PMK

"Karena kenaikan harga gas non-subsidi cukup tinggi, kami khawatir terjadinya penyimpangan seperti pengoplosan gas," kata Muslimin, Senin 18 Juli 2022.

Terlebih, berdasarkan informasi yang ia dapatkan di lapangan, pihaknya menemukan salah satu pangkalan di Kota Singkawang yang terindikasi pengoplosan gas, dari gas Elpiji subsidi 3 kg ke gas Elpiji non-subsidi 5,5 kg dan 12 kg.

"Berberapa informasi yang kami terima, ada indikasi yang mengarah kepada oknum (pangkalan) yang melakukan oplosan gas," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya masih mendalami informasi tersebut untuk memastikan penyelewengan tersebut benar-benar terjadi atau tidak.

Namun, apabila penyelewengan tersebut benar terjadi, hal ini Muslimin katakan, akan berpengaruh terhadap kuota gas bersubsidi dan akan merugikan masyarakat kurang mampu yang sejatinya berhak atas gas 3 kg tersebut.

Oleh karena itu, Muslimin mengatakan pihaknya akan bersama Satgas Pangan Polres Singkawang akan lebih aktif melakukan monitoring terhadap agen dan pangkalan gas Elpiji yang ada di Kota Singkawang.

"Disperitas ini yang akan terus kami pantau dan waspadai, serta kami awasi di lapangan dengan berkoordinasi bersama Satgas Pangan," tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved