Bedah Rumah Untuk Penataan Kawasan Tepian Sungai Kapuas yang Lebih Baik

Untuk menuntaskan kawasan kumuh dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar mendapatkan rumah yang layak huni

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Launching Bedah Rumah dan Penghijauan Kampung Tepian Sungai Kapuas Di Jalan Imam Bonjol Gang Hj. Salmah, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, Jumat 15 Juli 2022. 

Lanjut Edi, kedepan Pemkot akan menata halaman depan beserta lingkungannya.

Selain itu, menurutnya rumah cagar budaya ini merupakan salah satu rumah tua yang bersejarah dan banyak cerita di sini.

Satu diantaranya kata Edi, pendiri pendidikan tinggi islamiyah Hajah Salmah yang namanya diabadikan menjadi nama jalan.

“Saya terima kasih, warga semangat, kita pemerintah kota tetap mensupport kawasan ini menjadi satu kampung wisata kota,” ujarnya.

Edi menuturkan dalam sambutannya, Benua Melayu Laut masuk ke dalam 50 besar desa wisata nasional dari 3500 Desa wisata se Indonesia.

“Pertanyaannya kok BML yang terpilih gitukan. Ternyata itu yang paling tinggi nilainya adalah partisipasi masyarakatnya, kesiapan masyarakatnya terhadap mindset kepariwisataan,” ungkapnya.

“Salah satunya ekonomi kreatif dan bagaimana masyarakat bisa menjaga lingkunganya,” sambungnya.

Menurut penuturannya, apa yang dilakukan oleh Pemkot bukanlah merubah adat istiadat.

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Pemkot Pontianak Launching Bedah Rumah

Melainkan untuk mempertahankan serta melestarikan rumah-rumah tua, khususnya yang ada di tepian sungai Kapuas Kota Pontianak.

“Kedepan tidak hanya bedah rumah yang sekarang tidak layak huni, tetapi kita juga akan bedah rumah-rumah sejarah yang telah di SK-kan,” terangnya.

Edi menerangkan, pemkot nantinya akan membantu restorasi atau mengembalikan bangunan tersebut kebentuk aslinya.

Bahkan kata Edi, bahan-bahan dari bangunan tersebut semaksimal mungkin akan menyerupai aslinya.

“Yang jelas kita mengembalikan kebentuk aslinya nah rumah-rumah tua yang ada di sepanjang pinnggiran sungai ini, kita sudah coba rehab walaupun itu pemiliknya masih pemilik yang asli,” ucapnya.

Fungsinya terserah untuk apa tetapi bangunannya kembali ke bentuk yang lama.

“Dan yang penting kawasan kita bersih hijau asri aman, sehingga masyrakat bisa merasakan dampak ekonominya. Dampak ekonominya ada yang dijadikan homestay seperti yang di BML. Terus ada produksi untuk rumahan, baik itu tenun, kuliner, dan lain sebagainya,” katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved