Dorong Kemajuan Daerah, Boyman Harun Terus Perjuangkan Pembangunan Infrastruktur untuk Kalbar
Sejauh ini kata Boyman Harun, proyek dari pusat untuk daerah khususnya untuk wilayah Kalbar sudah banyak yang diperjuangkan.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka untuk mendorong kemajuan daerah, Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun terus berkomitmen dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
"Saya terus berkomitmen dan semaksimal mungkin di pusat untuk memperjuangkan pembangunan di daerah terutama di bidang infrastruktur untuk wilayah Kalbar," kata wakil rakyat dari Dapil Kalbar 1 ini, Kamis 14 Juli 2022.
Sejauh ini kata Boyman Harun, proyek dari pusat untuk daerah khususnya untuk wilayah Kalbar sudah banyak yang diperjuangkan.
"Terbaru seperti Jalan Nasional Sungai Kelik, Nanga Tayap- Siduk-Ketapang yang saat ini tender. Jalan tersebut mendapat anggaran cukup besar untuk peningkatan jalan yang menjadi akses warga dua kabupaten yaitu Kabupaten Utara dan Kabupaten Ketapang. Anggaran kurang lebih Rp41 miliar," ungkap Boyman yang juga sebagai ketua DPW PAN Kalbar.
• Tingkatkan Efektivitas Kinerja, BKPSDM Kota Pontianak Gelar Evaluasi Latsar CPNS
Kemudian ada juga jalan Ketapang Kendawangan dan jalan Pelang Batu Tajam, Ketapang, Jalan Siduk - Teluk Betang, Kayong Utara yang statusnya jalan provinsi saat ini tengah diperjuangkan statusnya untuk menjadi jalan nasional.
Upaya yang diperjuangkan itu bertujuan untuk bisa dibiayai melalui APBN.
"Karena jalan itu sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan barang sehingga bisa mempercepat pembangunan di daerah.
Maka kami terus meminta dan koordinasi dengan Kementerian PUPR agar status jalan tersebut bisa berstatus bisa nasional. Bahkan disarankan agar cepat bisa bentuk Inpres," paparnya.
"Saya juga sudah koordinasi dengan para pihak dengan pemerintah daerah termasuk pihak perusahaan karena di atas izin lahannya. Terima kasih kami ucapkan karena siap mendukung," timpal Boyman.
Dan tidak kalah pentingnya, kata dia adalah terkait dengan Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas 1 yang saat ini juga sudah tendar dan mulai dibangun tahun 2022 ini.
"Kondisi macet di Kalbar terutama di Pontianak di sekitar jembatan tidak perlu ditawar. Maka pembangunan infrastruktur untuk Kalbar di pusat terus kita perjuangkan dan terus dikawal. Dan Alhamdulillah tahun ini sudah tender dengan nilai anggaran Rp267,6 miliar," tukasnya. (*)
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News