Breaking News

Pola Hidup Sehat

Cara Mendeteksi Nyeri Kanker, Mengapa Kanker Payudara Bisa Kambuh Kembali?

Tak seperti kanker yang lain, pengobatan kanker payudara residif cukup sering memberikan hasil yang memuaskan walaupun mungkin akan kambuh lagi.

Tayang:
AFP
Kanker Payudara Pada Seorang Wanita Cantik 

Zubairi membenarkan jika kanker payudara cenderung tumbuh di area payudara, bahkan dahulu orang mengira kanker payudara adanya hanya di daerah payudara.

Namun, kemudian terbukti bahwa kanker payudara cenderung kambuh dan menyebar keluar, seperti kelenjar getah bening, tulang, liver, paru, bahkan bisa ke otak.

Selain tindakan pembedahan untuk membuang kanker, lanjut dia, dokter juga melanjutkan pengobatan dengan radioterapi dan kemoterapi.

“Beberapa pasien memerlukan pengobatan target dan juga hormonal,” jelas dia.

Untuk pengobatannya, pemilihan jenis obat tergantung beberapa faktor seperti status hormonal, lokasi kekambuhan, selang waktu sampai kambuh, respons pengobatan sebelumnya, dan status menopause.

5 Jenis Jamur yang Miliki Manfaat Penting Bagi Tubuh, Termasuk Cegah Kanker Payudara

Nyeri pada kanker

Zubairi menjabarkan, terdapat sekitar 30-50 persen terjadi nyeri pada pasien yang sedang mengalami pengobatan.

Selain itu, nyeri juga dialami sebagian besar pasien kanker tahap lanjut atau kanker yang kambuh, yakni sekitar 70-90 persen.

“Sebetulnya 90 persen nyeri bisa diatasi dengan efektif menggunakan cara yang relatif sederhana,” tuturnya.

Namun pada kenyataannya, seringkali pasien datang dengan keluhan nyeri dengan tidak benar, padahal pengelolaan nyeri yang tepat terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Keluhan nyeri adalah poin penting yang harus ditanyakan dokter di tiap rumah sakit. Sama pentingnya dengan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan nadi,” ujar Zubairi.

Perbedaan Kanker Payudara dan Tumor Payudara yang di Idap Marshanda

Lebih lanjut, terdapat beberapa prinsip penanggulangan nyeri kanker yang perlu dipahami sebagai berikut:

1. Prinsip pendekatan tim, artinya diperlukan kerja sama yang erat antara pasien, keluarga, dan petugas kesehatan.

2. Perlu sekali di dalam tim tersebut membahas secara terbuka tentang nyeri dan penanggulangannya.

3. Pasien perlu diberi semangat agar tetap aktif, yang amat perlu mendapat dukungan dari dokter dan perawat.

“Yang jelas, nyeri pada pasien kanker dapat disebabkan langsung oleh kankernya sendiri atau sebagai akibat tidak langsung. Nyeri kanker juga ditimbulkan oleh penyakit lain, yang bersamaan atau berkaitan dengan pengobatan,” pungkas dia. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved