BMKG: Waspada Potensi Banjir Rob Kalbar, Fenomena Super Full Moon 13-19 Juli 2022

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Kalimantan Barat

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI --
Fenomena supermoon yang terlihat di langit Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/3/2020) malam. Supermoon kali ini dikenal dengan dengan sebutan Super Worm Moon. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Pusat Meteorologi Maritim Pontianak menyatakan adanya fenomena super full moon atau fase bulan purnama yang bersamaan dengan fase pasang air laut.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Slamet Wiyono, ST dalam narasi dari BMKG Kalbar menyebutkan fase tertinggi pada 13 Juli 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut.

“Citra satelit altimetri juga menunjukkan anomali positif tinggi muka air laut yang dapat menyebabkan banjir pesisir lebih tinggi,” tulis siaran BMKG.

Info BMKG, Berikut Prakiraan Cuaca Wilayah DKI Jakarta Hari Ini

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Kalimantan Barat pada tanggal 13-19 Juli 2022.

Berikut prakiraan pasang surut untuk wilayah Kota Pontianak dan Kendawangan:

1. Kota Pontianak: Pasang harian diperkirakan berkisar antara 1,7 - 1,8 meter pada tanggal 13-17 Juli 2022 pada pukul 18.00-23.00 WIB.

Dengan pasang maksimum 1,8 meter pada tanggal 20-21 Juli 2022 pada pukul 22.00-21.00 WIB.

2. Kendawangan: Pasang harian diperkirakan berkisar antara 1,7 - 1,9 meter pada tanggal 13-17 Juli 2022 pada pukul 22.00 - 01-00 WIB.

UPDATE Info BMKG, Berikut Perkiraan Cuaca Kalbar Hari Ini

Dengan pasang maksimum 1,9 meter pada tanggal 13-15 Juli 2022 pukul 21.00-23.00 WIB.

Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah.

Hal ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Masyarakat juga dihimbau untuk selalu waspada dan mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved