Pola Hidup Sehat

Bagaimana Kejang Bisa Terjadi? Apa Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan?

Dalam mengatasi kondisi kejang atau sering kita dengar dengan step, apa langkah yang harus kita lakukan untuk pertolongan pertamanya?

NET/Google
Demam adalah pencetus kejang. Oleh karena itu, setiap kali anak demam, orangtua harus memberikan penurun panas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kejang disebabkan oleh gangguan pada aktivitas listrik, di sebagian atau seluruh area otak.

Gangguan tersebut dapat dipicu oleh gangguan di otak atau kondisi lain yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi otak.

Dalam mengatasi kondisi kejang atau sering kita dengar dengan step, apa langkah yang harus kita lakukan untuk pertolongan pertamanya?

Ketua divisi Infeksi Penyakit Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM-FKUI, dr Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K), M.Sc, menjelaskan, dalam dunia medis, step dikenal dengan istilah kejang demam.

Kejang demam ini ini bisa sederhana ataupun komplek.

OBAT DBD, Cegah Demam Berdarah dengan 5 Cara Ini

Pencegahan step

Untuk mencegahnya, kata dokter Rahma, orangtua yang memiliki anak sebaiknya menyediakan obat penurun demam.

Alasannya, demam adalah pencetus kejang. Oleh karena itu, setiap kali anak demam, orangtua harus memberikan penurun panas.

“Setiap punya bayi atau anak, orangtua siapkan obat penurun panas. Yang praktis, murah, terjangkau yaitu paracetamol. Harus punya persediaan,” ujar Rahma dikutip dari Kompas.com, Rabu 13 Juli 2022.

Rahma mengungkapkan, setiap anak memiliki batasan suhu yang berbeda-beda.

Ada anak mengalami kejang ketika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius, ada yang mengalami suhu hingga 39 derajat celcius tetapi kondisinya baik-baik saja.

Orangtua harus memahami kondisi anaknya.

Putra Tasya Kamila Alami Demam dan Kejang, Sebut Jadi Pengalaman Pertama Ketika Tak Bersama Suami

Untuk mencegah kejang, orangtua harus sering-sering memberikan minum ketika anak mengalami demam.

“Kalau masih bayi sering-sering berikan ASI. Kalau agak besar berikan minuman yang ada nutrisinya, seperti jus, susu, buah. Atau bisa minuman elektrolit supaya tidak dehidrasi,” ujar dia.

Selain itu, orangtua agar memberikan kompres hangat kepada anaknya menggunakan handuk kecil pada bagian badan yang banyak dilalui pembuluh darah besar, seperti lipatan ketiak, atau lipatan pangkal paha.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved