Perayaan Idul Adha, Ganjar Pranowo Serahkan Hewan Kurban Ke Masjid Raya Baiturrahman

Hewan kurban dari Ganjar Pranowo dan masyarakat yang dititipkan kepada panitia kurban Masjid Raya Baiturrahman akan disembelih di area Masjid Islamic.

Editor: Nina Soraya
Dok/Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaksanakan salat Ied di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu 7 Juli 2022. Ganjar menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Raya Baiturrahman Semarang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Pada momen Hari Raya Idul Adha 2022 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaksanakan salat Ied di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu 7 Juli 2022.

Ganjar Pranowo berharap ada nilai solidaritas yang bisa diteladani dengan berkurban.

Ganjar Pranowo berangkat dari rumah dinasnya bersama keluarga sekira pukul 06.00 WIB.

Dia langsung menuju lokasi yang sudah mulai dipadati oleh masyarakat dan mengambil posisi duduk di dekat mimbar.

Sembari menunggu salat id dimulai, Ganjar terlihat berbincang dengan jemaah lain.

Sekira pukul 06.30, Imam Besar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Zaenuri Ahmad Al Hafidz, memulai salat Idul Adha.

Ia ditunjuk sebagai imam salat id dan bertindak sebagai khotib adalah Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq.

"Sekarang bisa melaksanakan dan alhamdulilah juga tertib.

Mudah-mudahan ada nilai yang bisa kita teladani bagaimana membangun solidaritas seperti yang disampaikan khotib tadi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Berikan Ucapan Hari Jadi ke-63 Kabupaten Mempawah

Termasuk bagaimana kita berkurban, bahkan berkurban pada nilai yang paling kita sayangi, paling kita cintai, untuk disampaikan," kata Ganjar.

Ganjar juga mengingatkan kembali masyarakat yang hendak berkurban untuk memastikan hewan kurbannya benar-benar sehat.

Hal itu disampaikan mengingat saat ini masih ada penyakit mulut kuku atau PMK yang berpotensi menular kepada hewan kurban seperti sapi, kerbau, dan kambing.

"Untuk masyarakat yang mau berkurban harap berhati-hati karena ada hewan kurban yang hari ini tentu potensial bisa ketularan PMK.

Harus berhati-hati. Betul-betul harus diperhatikan bahwa hewan kurbannya itu sudah diperiksa dokter hewan dan sudah sehat.

Semuanya kita minta untuk tertib termasuk dari proses penyembelihannya sekaligus protokol kesehatannya," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved