Ratusan Masyarakat Melawi Padati Atraksi Seni Tari Kuda Lumping di Alun Kuliner

Tarian Kuda Lumping dibawakan dengan menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang dianyam dan dipotong hingga menyerupai kuda dan dihiasi rambut tiru

Penulis: David Nurfianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/DAVID NURFIANTO
Atraksi Tarian Kuda Lumping di alun kuliner, Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi pada Minggu 3 Juli 2022 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Ratusan Masyarakat Kabupaten Melawi memadati Alun Kuliner Melawi, guna menyaksikan Atraksi Seni Tari Kuda Lumping.

Kegiatan tersebut digelar oleh, Persatuan Pedagang Kuliner (Perpekul) Melawi di Lapangan Alun Kuliner, Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi pada Minggu 3 Juli 2022 malam.

Diketahui, Kuda Lumping yang juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa yang berasal dari Ponorogo.

Tarian Kuda Lumping dibawakan dengan menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang dianyam dan dipotong hingga menyerupai kuda dan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik.

Sanggar Kesenian Kuda Lumping, Lestarikan Seni Budaya Jawa di Melawi

Tarian Kuda Lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda. Namun, beberapa penampilan Kuda Lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekuatan magis, dan kekebalan.

Para pemain tari Kuda Lumping akan menunjukkan atraksi makan beling dibarengi dengan pecutan di tubuhnya.

Humas Pengurus Perkumpulan Pedagang Kuliner (Perpekul) Kabupaten Melawi, Chan Niago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat melawi yang hadir meramaikan pagelaran seni tari kuda lumping.

"Ya alhamdulillah, kegiatan tadi ramai di lihat masyarakat. Kami dari pengurus sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas animo masyarakat melawi yang begitu tinggi," ujarnya kepada Tribun.

Kedepan, Dikatakan Chan pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan serupa, guna melestarikan budaya dan memberikan hiduran serta edukasi kepada masyarakat.

“Kita ingin mengangkat lagi seni budaya yang ada. Agar bisa dikenal masyarakat, karena kesenian bukan hanya ada seni modern saja. Tapi, banyak seni budaya local yang memiliki nilai seni tinggi," imbuhnya.

Kemudian, Chan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan sukarela. Yang mana pihaknya didukung dari berbagai pihak.

"Ya ini kegiatan sukarela dimana kita didukung oleh sunbangan dari para pedagang, dan dari pelaku seni serta beberapa pihak," ungkapnya.

Lanjutnya, Adapun pihak yang mendukung kegiatan ini, Yakni :Sangar Turonggo Tanjung Saputro NB 46 Nanga Pinoh, Sanggar Mustika Satriyo Anom dari Dusun Merarai SP 1 Sintang, Soundsystem dari Pandawa Nanga Pinoh dan Tenda dari NSS Melawi.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak yang mensupport acara ini. Serta dari para pedagang dan panitia yang sudah bersama menyelenggarakan acara ini," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved