Dedeng Divonis 5 Tahun 6 Bulan Dalam Kasus Tipikor Pembangunan MTs Ma'arif NU Kapuas Hulu

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyatakan bahwa, perbuatan terdakwa Dedeng yang menggunakan RAB palsu dalam mempertanggungjawabkan ha

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Kejari Kapuas Hulu
Proses pembacaan putusan terhadap terdakwa kasus Tipikor Pembangunan gedung sekolah MTs Ma'arif NU Kapuas Hulu tahun 2018, pada Senin 27 Juni 2022, di PN Tipikor Pontianak, Senin 27 Juni 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, telah membaca putusan terhadap terdakwa kasus koruptor pembangunan gedung sekolah MTs Ma'arif NU Kapuas Hulu tahun 2018, pada Senin 27 Juni 2022.

Dalam putusan tersebut, terdakwa atas nama Dedeng divonis hukum penjara selama 5 tahun 6 bulan, serta uang pengganti yang mesti disetorkan ke negara sebesar Rp. 2.640.000.000 (dua milyar enam ratus empat puluh juta rupiah).

Sedangkan terdakwa lainnya seperti, Arif Budiman dan Indra Dharma Putra dijatuhi pidana 1 tahun 6 bulan serta masing-masing di denda Rp. 50.000.000, karena terbukti membantu terdakwa Dedeng membuat RAB palsu.

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyatakan bahwa, perbuatan terdakwa Dedeng yang menggunakan RAB palsu dalam mempertanggungjawabkan hasil pembangunan gedung sekolah tersebut, dan terbukti telah menyalahgunakan kewenangannya selaku Ketua LP Maarif Putussibau, dengan bantuan dari terdakwa Indra dan Arif.

"Mereka melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sehingga para terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyebabkan kerugian negara," ujarnya kepada wartawan, Senin 4 Juli 2022.

Polemik Penghapusan Tenaga Honor Ancam Sektor Pendidikan di Kapuas Hulu

Sebelumnya pada Senin 6 Juni lalu, dalam sidang pembacaan tuntutan perkara pembangunan Gedung Sekolah Mts Maarif Putussibau yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pontianak, Jaksa Penuntut Umum Kejari Kapuas Hulu Erik Adiarto, telah membacakan tuntutan terhadap terdakwa Dedeng yakni selama 7 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.700.000.000,- (dua milyar tujuh ratus juta rupiah).

Kemudian untuk terdakwa Arif dan Indra pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan. Atas putusan yang telah dibacakan, pihak Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu memiliki waktu 7 hari untuk menentukan sikap apakah menerima atau mengajukan upaya hukum sebelum putusan tersebut berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsdee).

Selain itu atas perkara Pembangunan Terminal Bunut Hilir Tahun 2018 dengan terdakwa Lili Silvia dan terdakwa Satriadi, telah dilakukan pembacaan tuntutan oleh JPU pada Kamis 30 Juni 2022 lalu. Terdakwa Lili Silvia dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum karena bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dengan pidana penjara 2 tahun 2 bulan dan denda sebesar Rp. 50.000.000, serta mengembalikan uang yang dinikmati dirinya sebesar Rp. 28.000.000. Untuk terdakwa Satriadi sendiri, dituntut dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan, serta uang pengganti yang mesti disetorkan ke negara sebesar Rp. 111.000.000. Adapun terhadap tuntutan yang dibacakan, penasehat hukum masing-masing terdakwa diberikan kesempatan untuk menyampaikan nota pembelaan atas tuntutan yang diberikan kepada kliennya.

Terhadap 2 terdakwa lain yakni Gemiti dan Dendi Irawan masih dalam tahap persidangan yakni mendengarkan keterangan ahli yang diajukan oleh Penuntut Umum. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved