Ajak Masyarakat Cermat dan Tidak Gampang Terpengaruh Ajaran Sesat

Sebelumnya, memang bertebaran informasi terkait kemunculan organisasi masyarakat yang mengusung khilafah dan viral di media sosial.

Editor: Nina Soraya
Dok/Humas Ponpes Maulana Sultan
Pengasuh Pondok Pesantren Maulana Sultan Muhammad Kubu Raya sekaligus Tokoh Masyarakat Habib Muhammad Iskandar Alqadrie mengajak masyarakat agar tidak gampang terpengaruh dengan ajaran sesat yang bisa memecah belah NKRI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Habib Muhammad Iskandar Alqadrie mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sigap dalam penanganan berbagai  permasalahan yang mengancam dan ingin memecah belah NKRI seperti mengusut tuntas kasus Ajaran Sesat .

Pengasuh Pondok Pesantren Maulana Sultan Muhammad Kubu Raya ini pun mengajak seluruh masyarakat Pontianak dan khususnya warga Kalimantan Barat untuk tidak gampang terpengaruh dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

"Jangan gampang terpengaruh dengan informasi yang tidak dapat di pertanggung jawabkan, baik itu ajaran, pemahaman, aliran sesat atau Ajaran Sesat yang bisa menyesatkan dan merusak aqidah kita.

Serta berdampak memecah belah anak bangsa, mengganggu keamanan, kenyamanan serta ketertiban bahkan keutuhan di NKRI yang kita cintai ini," katanya.

Sebelumnya, memang bertebaran informasi terkait kemunculan organisasi masyarakat yang mengusung khilafah dan viral di media sosial.

Hal ini tentu bertentangan dengan konstitusi di Indonesia.

Hadiri FGD Studi Lapangan Isu Strategis Nasional, Kapolda: Awasi Aliran Yang Memecah Belah Bangsa

Habib Iskandar selaku tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Pontianak berharap bisa memberikan edukasi pada masyarakat agar tidak terpengaruh.

Menurutnya sistem Khilafah dalam sejarah Islam diterapkan di era awal-awal berkembangnya agama islam.

“Khilafah sendiri merupakan sebuah konsep atau benih dalam sistem pemerintahan di dalam agama Islam. Sistem khilafah pada zamannya sempat berada di era kejayaan,” ungkapnya.

Habib Iskandar menjelaskan bahwa para pendiri negara ini, di antaranya terdiri dari cendikiawan muslim, para ulama dan para intelektual lainnya telah sepakat menentukan ideologi Negara adalah Pancasila karena keberagaman dan kemajemukan yang dimiliki Indonesia serta bentuk pemerintahan NKRI sudah final.

"Indonesia merupakan negara berdaulat dengan sistem pemerintahan Demokrasi, berideologi Pancasila, UUD 1945 sebagai dasar negara dan menjunjung tinggi toleransi dalam konsep Bhineka Tunggal Ika,” kata Habib Iskandar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved