Konferwil PWNU Kalbar ke-VIII Ditunda, Romawi: Mohon Maaf Kepada Para Undangan 

Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat dari penundaan agenda Konferwil VIII PWNU Kalbar tahun 2022. 

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
Dok. Fauzi
Rapat bersama Steering Committee (SC) Konferwil VIII PWNU Kalbar di kantor PWNU Kalbar Jalan Veteran Pontianak Kalimantan Barat pada Minggu 26 Juni 2022 kemarin.  

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Organizing Committee Panitia Konferwil VIII PWNU Kalbar, H. Romawi Martin mengungkapkan, Konferensi Wilayah ( Konferwil ) Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Barat VIII diputuskan untuk dilakukan penundaan. 

Penundaan tersebut bukan tanpa alasan, Romawi mengungkapkan, bahwa penundaan itu  berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) nomor 353/C.I.17/06/2022 tanggal 24 Juni 2022. 

Pihaknya pun juga telah melakukan rapat bersama Steering Committee (SC) Konferwil VIII PWNU Kalbar pada Minggu 26 Juni 2022 kemarin.

“Ya, sedianya Konferwil VIII PWNU Kalbar ini akan diadakan 27-28 Juni 2022 bertempat di Hotel Mahkota Pontianak, namun atas arahan dan surat dari PBNU tertanggal 24 Juni 2022 maka pelaksanaan Konferwil ditunda hingga awal Juli 2022," ujarnya dalam keterangan pers pada Senin 27 Juni 2022.

Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat dari penundaan agenda Konferwil VIII PWNU Kalbar tahun 2022. 

Hasyim Hadrawi Mantapkan Diri Maju Calon Ketua PWNU Kalbar

"Terutama kepada para tamu undangan yang sudah kami sampaikan surat undangannya.
 Maka kami selaku Panitia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini terutama kepada para undangan yang akan menghadiri agenda Konferwil VIII PWNU Kalbar ini," terang Romawi Martin.

"Terkhusus kepada Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, para kiyai pimpinan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, dan undangan lainnya. Terlebih juga kepada 14 PCNU kabupaten/kota di Kalimantan Barat," ucap Romawi Martin penuh maaf.

Ia pun mengungkapkan, bahwa salah satu klausul penting dari surat PBNU tersebut ialah adanya aturan baru bahwa Konferwil VIII NU Kalbar harus dihadiri dan dibuka oleh Rais Aam dan atau Ketua Umum PBNU.

Karena hal tersebut, Panitia Konferwil akan terus berkoordinasi dengan PBNU terkait jadwal kedatangan Rais Aam dan atau Ketua Umum PBNU.

“Untuk itu PWNU Kalbar khususnya Panitia Konferwil VIII akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PBNU terkait kepastian kedatangan Rais Aam dan atau Ketua Umum PBNU untuk menghadiri sekaligus membuka Konferwil VIII PWNU Kalbar, ini juga tentu terkait hari dan tanggal pelaksanaan Konferwil VIII PWNU Kalbar dibulan Juli nanti. Selanjutnya kami nanti akan mengirim kembali undangan jika sudah ada kepastian tanggal pelaksanaannnya dari hasil komunikasi dan koordinasi dengan PBNU," ucap Romawi Martin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam surat PBNU tersebut juga memutuskan bahwa tidak ada agenda/kegiatan Konferensi Wilayah VIII Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat diluar keputusan yang ada dalam surat PBNU nomor 353/C.I.17/06/2022 tanggal 24 Juni 2022, jika terdapat kegiatan diluar keputusan sebagaimana yang dimaksud pada butir 1 dan 2, maka status kegiatan tersebut adalah tidak sah/ilegal.

“Kami memastikan bahwa Konferwil VIII PWNU Kalbar akan diselenggarakan sesuai keputusan dari PBNU. Kami yakin Konferwil VIII ini akan berjalan dengan sejuk dan riang gembira hasil akhirnya demi untuk merawat kerukunan dan kemandirian warga untuk Kalimantan Barat bermartabat," tukasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved