Mahathir Mohamad Klaim Singapura dan Kepulauan Riau Seharusnya Bagian dari Malaysia !

Eks Perdana Menteri Malaysia itu, menyebut negaranya seharusnya mengklaim Singapura dan Riau sebagai bagian dari Malaysia !

Editor: Ishak
VINCENT THIAN / POOL / AFP
Eks Perdana Menteri Malaysia dalam sebuah agenda partainya beberapa waktu lalu. Baru-baru ini, kolega mendiang Presiden Soeharto ini membuat pernyataan mencengangkan dengan mengatakan Singapura dan Kepulauan Riau seharusnya diklaim menjadi bagian dari Malaysia . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Politisi Senior di Malaysia , Mahathir Mohamad membuat pernyataan mencengangkan.

Eks Perdana Menteri Malaysia itu, menyebut negaranya seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau sebagai bagian dari Malaysia !

Dirangkum dari laman Kontan.co.id Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Singapura pernah dimiliki oleh Johor.

Oleh karenanya, negara bagian Johor harus menuntut agar Singapura dikembalikan ke wilayah itu dan Malaysia. 

Jumlah Hadiah Malaysia Open 2022 Super 750, Cek Juga Daftar Atlet yang Diturunkan Indonesia

"Namun, tidak ada tuntutan apapun dari Singapura,”

“Sebaliknya, kami menunjukkan apresiasi kami kepada kepemimpinan negara baru bernama Singapura ini," tambahnya saat berpidato, Minggu 19 Juni 2022 lalu.

Melansir Kontan.co.id Rabu 22 Juni 2022 yang melansir laman Straits Times, Mahathir juga mengatakan pemerintah Malaysia menganggap kemenangan kendali atas pulau Sipadan dan Ligitan di lepas Kalimantan melawan Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ) merupakan hal yang berharga.

“Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca, atau Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada kita, kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu,” tambahnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Peranan Jasa Raharja di Wilayah Perbatasan Aruk Indonesia - Malaysia

Mantan perdana menteri berusia 96 tahun, yang dikenal karena pernyataan kontroversialnya, berbicara pada hari Minggu di sebuah acara di Selangor yang diselenggarakan oleh beberapa organisasi non-pemerintah di bawah bendera Kongres Survival Melayu (Kongres untuk Kelangsungan Hidup Melayu) dan berjudul Aku Melayu: Survival Bermula (Saya Melayu: Kelangsungan Hidup Dimulai).

Dalam pidato pembukaannya yang disiarkan langsung di media sosial, Mahathir Mohamad mengatakan bahwa apa yang dikenal sebagai Tanah Melayu dulu sangat luas.

Membentang dari Tanah Genting Kra di Thailand selatan sampai ke Kepulauan Riau, dan Singapura.

Akan tetapi sekarang terbatas di Semenanjung Malaya.

"Saya bertanya-tanya apakah Semenanjung Malaya akan menjadi milik orang lain di masa depan," katanya.

Mengutip malaysia.news.yahoo.com, alasan kecemasan Mahathir Mohamad untuk kemungkinan masa depan ini adalah bahwa orang Melayu sangat miskin.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved