Munsif Beberkan Total Ada 429 Ekor Sapi yang Telah Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku di Kalbar

Peternak juga diberikan edukasi unt bisa menerapkan biosecurity di kandangnya dan membatasi bahkan dg tegas melarang keluar masuk kandang pihak lain.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat M Munsif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Munsif mengatakan total sapi di Kalbar yang telah sembuh dari penyakit mulut dan kuku ( PMK ) saat ini mencapai 429 ekor.

Ia menjelaskan bahwa kasus PMK di Kalbar memang mencapai 1000 lebih akan tetapi angka tersebut juga relatif kecil dibanding total populasi sapi se - Kalbar yang mencapai 158.910 ekor.

Dikatakannya meski menyebar ke 8 kabupaten di Kalbar, jumlah kecamatan yang terpapar relatif kecil dibandingkan total desa dan kelurahan di Kalbar yang mencapai 2086 desa dan kelurahan.

“Jadi total sapi yang sudah sembuh mencapai 429 ekor setelah diberikan perawatan yang memadai. Terutama yang bergelala klinis sejak awal,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 19 Juni 2022.

Harga Kambing di Pontianak Jelang Idul Adha 2022

Ia menambahkan untuk langkah penanganan darurat Pemerintah RI melalui Ditjen PKH Kementan telah mengimpor 3 juta dosis vaksin PMK yang stereotipe cocok dengan stereotipe yang tengah mewabah di tanah air sejak akhir April 2022 lalu.

Pengadaannya dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap I sebanyak 800 ribu dosis dan tahap II sisanya sebanyak 2.2 juta dosis.

Tanggal 12 Juni 2022 lalu, sebanyak 10 ribu dosis vaksin PMK dukungan dari FAO telah tiba di tanah air dan langsung dikirim untuk dukungan dimulainya gerakan vaksinasi PMK secara nasional di Provinsi Jawa Timur yang dicanangkan pada dua peternakan sapi di Sidoarjo diikuti kabupaten Malang.

Selanjutnya sebagian vaksin dari 800 ribu dosis tahap I telah tiba kembali di Bandara Soeta dan dikirim lagi ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Diketahui juga bahwa Jatim merupakan provinsi yang terbesar jumlah kasus PMK nya secara nasional, yakni ada 84 ribuan kasus dari 4.9 juta ekor total populasi sapinya dan menjadi provinsi pertama bersama Aceh yang dinyatakan berstatus wabah PMK oleh Mentan pada 9 Mei 2022 lalu.

Ia mengatakan adapun sisa vaksin impor tahap II sebanyak 2.2 juta dosis akan dikirim secara bertahap kemudian.

Selain vaksin impor, Kementan saat ini tengah menugaskan Pusat Veteriner Farma ( Pusvetma) Surabaya untuk menyiapkan dan memproduksi Vaksin Nasional yang ditargetkan mulai diproduksi Minggu ke IV Agustus 2022 lebih cepat dari target awal September 2022.

“Kalbar hingga saat ini belum mendapat alokasi vaksin karena volume yang datang masih sangat terbatas dan oleh karenanya kami memaklumi bila vaksin yang awal datang ini untuk alokasi di Jatim yang jumlah kasusnya 80 kali besarnya dibandingkan dengan jumlah kasus PMK di Kalbar,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Pemprov Kalbar dikatakannya telah menyampaikan usulan ke pusat agar gelombang kedatangan vaksin berikutnya agar dapay dialokasikan juga ke Kalbar dan 18 provinsi tertular lainnya secara proporsional sesuai jumlah kasus dan populasi sapinya.

Sementara vaksin belum tersedia, upaya yang dilakukan adalah mengintensifkan KIE ( komunikadi, informasi dan edukasi) ke para peternak, pedagang dan segenap lapisan masyarakat melalui semua saluran informasi, edukasi dan komunkasi baik secara elektronik, audio visual, bahan cetak maupun melalui tatap muka.

Tujuannya adalah membuat masyarakat paham dan membagun kepedulian serta peran serta dlm pencegahan penyebaran PMK di sekitar lingkungan tinggalnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved