Urgensi Partisipasi Masyarakat untuk Demokrasi

Menurut penulis dalam mengawasi pemilihan umum keberadaan Bawaslu saja tidak cukup, harus adanya pengawasan pertisipatif dari masyarakat.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
FOTO - Reflian Wahyu, Alumni SKPP BAWASLU RI 

Penulis : Reflian Wahyu, Alumni SKPP BAWASLU RI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Pemilihan umum merupakan salah satu sarana demokrasi dan bentuk perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang aspiratif, berkualitas, serta bertanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat. Sehingga kedaulatan rakyat dapat dicapai dengan cara terpilihnya pemimpin sebagai wakil rakyat.

Adapun dalam pemilihan umum yang pada sejatinya telah dicita-citakan bersama terciptanya pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Namum pada kontekstualitas di lapangan akan terjadi kerawanan pada tahapan penyelenggaraan pemilihan umum.

Peran pengawasan partisipatif sangat diperlukan. Roh dalam pengawasan partisipatif adalah dengan melibatkan masyarakat untuk meminimalisir semua pelanggaran pemilu dan pilkada yang dilakukan oleh pihak terkait.

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2022, Berikut Arahan Kapolres Melawi AKBP Sigit 

Kelebihannya, apabila masyarakat ikut berperan aktif untuk mengawasi proses tahapan pemilu dilapangan karena masyarakat yang cenderung tidak terlihat dan tidak dikenal oleh pihak terkait dibandingan dengan panwas pemilu sehingga masyarakat akan lebih mudah memantau proses pemilu dan pemilihan.

Urgensi pengawasan partisipatif pemilu karena pemilu di Indonesia kompleks sehingga rentan terjadi pelanggaran pemilu.

Pengawas pemilu yaitu Bawaslh berpayung hukum pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubenur,Bupati dan Walikota.

Menurut penulis dalam mengawasi pemilihan umum keberadaan Bawaslu saja tidak cukup, harus adanya pengawasan pertisipatif dari masyarakat.

Dalam pengawasan partisipatif, masyarakat diharapkan mampu terlibat dalam beberapa hal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved