Breaking News:

Cara Hitung Denda Pajak Kendaraan Telat Bayar Lebih Setahun

Untuk wilayah DKI Jakarta, denda keterlambatan pembayaran pajak dibebankan sebesar 2 persen setiap bulan.

Editor: Zulkifli
.
Ilustrasi STNK - Cara hitung pajak kendaraan bermotor maupun mobil. (KOMPAS.com/Gilang) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sudah kah anda membayar pajak kendaraan anda ?

Tak jarang pajak kendaraan belum terbayarkan bahkan telat hingga lebih satu tahun.

Lantas bagaimana cara menghitung pajak kendaraan beserta dendanya ?

Membayar pajak kendaraan bermotor merupakan kewajiban bagi setiap pemilik motor maupun mobil.

Untuk memastikan kapan batas membayar pajak kendaraan, Anda dapat melihatnya di lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Tagih Tunggakan PKB Roda Empat, UPT PPD Door to Door ke Rumah Wajib Pajak di Kelurahan Pasiran

Jika ternyata telat membayar pajak, maka Anda wajib melunasi pajak beserta dendanya.

Bagaimana menghitung denda telat bayar pajak kendaraan? berikut cara penghitungannya:

Aturan denda keterlambatan pembayaran pajak

Dilansir dari Kompas.com, (3/3/2022), setiap wilayah memiliki aturan dan besar denda yang berbeda.

Untuk wilayah DKI Jakarta, denda keterlambatan pembayaran pajak dibebankan sebesar 2 persen setiap bulan.

Aturan mengenai besaran denda pajak di wilayah DKI Jakarta mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 6 tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah (KUPD).

Pemkot Pontianak Terus Dongkrak PAD Lewat Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Daerah

Dalam pasal 12 (6) dijelaskan bahwa apabila pembayaran pajak terutang setelah jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) dikenakan bunga keterlambatan sebesar 2 persen setiap bulannya.

Untuk denda yang dijatuhkan kepada pemilik kendaraan yang terlambat membayar pajak maksimal 24 bulan atau dua tahun dengan besar total denda 48 persen.

Sementara, jika pemilik kendaraan terlambat membayar pajak lebih dari satu tahun, maka ia wajib mendatangi ke Kantor Samsat induk, dan tidak bisa dilakukan pada gerai atau secara daring.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved