Apa itu Cumulus ? Ketahui Ciri-ciri dan Komposisi Awan Cumulus serta Jenis-jenis Awan Cumulus
Sekedar informasi, langit yang sering kita lihat setiap hari sebenarnya adalah kumpulan awan yang berada di lapisan atmosfer.
Awan ini biasanya terlihat dibawah awan cirrostratus dan terbentuk dari panas matahari yang digunakan untuk pendinginan proses konveksi yang nantinya menyebabkan awan cumulifrom untuk meratakan dan berubah menjadi cumulus humilis.
Dalam hal ini, jika front hangat mulai mendekati maka akan terjadi hujan di sekitar 12 sampai 24 jam kedepan.
Awan cumulus humilis ini adalah awan yang dapat mengindikatorkan cuaca.
3. Cumulus Mediocris
Cumulus mediocris adalah awan yang memiliki karakteristik bentuk seperti bunga kol pada awan cumulus.
Pada umumnya awan ini tidak menghasilkan curah hujan dengan intensitas rendah, namun lebih mirip dengan intensitas curah hujan yang dihasilkan oleh awan cumulus congetus dan cumola nimbus.
Awan ini terbentuk ketika terdapat kenaikan awan dari cumulus humilis.
Seperti awan cumulus, awan ini juga membutuhkan konveksi sebelum berkembang.
Seperti udara yang naik kemudian membentuk awan cumulus yang terus meningkat menjadi terbentuklah awan ini.
Dalam hal peramalan cuaca awan ini biasanya berada dalam front dingin atau dalam kondisi atmosfer yang tidak stabil seperti daerah yang memiliki tekanan rendah.
Awan ini bisa berkembang menjadi cumulus congetus sebagai awan membawa hujan, angin atau bahkan petir.
Apabila awan ini ada di pagi atau sore hari maka akan terjadi badai di kemudian hari.
(*)