Kabar dari Swiss Terkait Pencarian Emmeril Anak Ridwan Kamil, Polisi Ungkap Optimisme

Musim panas juga berarti menambah intensitas aktivitas pengunjung di sepanjang sungai Aare dan kemungkinan menemukan Eril semakin besar.

Editor: Zulkifli
Kolase/Daniel Schwen/Commons Wikipedia/IG @emmerilkahn
Update pencarian Emmeril Khan Mumtadz, putra Ridwan Kamil, yang terseret arus Sungai Aare Swiss. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kabar terbaru terkait pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang dilaporkan hilang sejak 26 Mei 2022 lalu di sungai Aare, Swiss.

Hingga berita ini diturunkan, Emmeril Kahn masih belum ditemukan.

Sebelumnya kedua orang tua yakn Ridwa Kamil beserta Istri telah mengikhlaskan putranya tersebut.

Terbaru, pihak Kepolisian Swiss optimis dapat segera menemukan tubuh Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang dilaporkan hilang sejak 26 Mei 2022 lalu di sungai Aare, Swiss.

Hal tersebut dikarenakan Swiss saat ini akan memasuki musim panas.

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kondisi Keluarga Ridwan Kamil, Minta Masyarakat Terus Doakan Emmeril Kahn

Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Swiss Muliaman D Hadad pada konferensi pers virtual dari Bern, Senin (6/6/2022) menyatakan saat ini di Swiss mulai memasuki musim panas.

Pihak kepolisian Bern optimis, dengan naiknya temperatur akan terjadi penambahan debit air di sungai Aare.

Musim panas juga berarti menambah intensitas aktivitas pengunjung di sepanjang sungai Aare dan kemungkinan menemukan Eril semakin besar.

“Peningkatan dinamika air dan manusia diharapkan akan berkontribusi dalam proses pencarian,” kata Muliaman.

Pulang ke Indonesia, Ridwan Kamil Nangis Dipangkuan Sang Ibu: Mah, Aku Gak Kuat

Dubes RI mengungkapkan, hal yang menjadi kendala dalam proses pencarian selama ini, utamanya adalah kondisi dinamis sungai Aare itu sendiri, seperti faktor alam dan cuaca.

Secara kebetulan pada hari-hari terakhir, Bern diguyur hujan.

“Sebagaimana sudah saya sampaikan dalam keterangan sebelumnya, debit air pada saat kejadian mencapai sekitar 200 meter kubik per detik,

debit air ini berubah setiap hari tergantung pada intensitas pencairan glacier dari pegunungan di Bern yang di pengaruhi naiknya hujan maupun temperatur udara di pegunungan,” ujarnya.

Masya Allah ! Meskipun Tengah Berduka, Ridwan Kamil Masih Sempat Lakukan Ini untuk Warga

Dubes Muliaman menjelaskan, beberapa hari setelah kejadian, volume debit air masih tinggi disertai kekeruhan yang juga cukup tinggi yang berasal dari unsur partikel salju yang mencair.

Namun, laporan pada hari Jumat, debit air mencapai 150 meter kubik atau lebih kecil pada saat kejadian.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved