Sinto Optimis Target Bulan Imunisasi Anak Nasional di Sintang Capai 90 Persen Akhir Bulan

"Teman-teman juga tiap hari bekerja sampai ke desa-desa, bahkan ke dusun. Strateginya melalui petugas, kita jemput bola ke sekolah, desa hingga dusun.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Puskemas Tanjungpuri
Petugas puskemas tanjungpuri sintang menyuntik vaksin imunisasi anak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, optimis Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) mencapai target di atas angka 90 persen pada akhir bulan Juni 2022. Menurut Sinto, saat ini capaian aktif BIAN baru diangka 11 persen dari total target 96 ribu anak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, optimis Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) mencapai target di atas angka 90 persen pada akhir bulan Juni 2022.

Menurut Sinto, saat ini capaian aktif BIAN baru diangka 11 persen dari total target 96 ribu anak.

"Untuk bulan imunisasi anak nasional di sintang capaian aktif kita sekarang sudah baru diangka 11 persen, target kita ada 96 ribu anak yang harus kita vaksin dalam satu bulan, tetapi laporan tiap hari masuk," kata Sinto, belum lama ini.

Guna mencapai target tersebut, petugas melakukan jemput bola dari kecamatan, desa hingga dusun.

"Teman-teman juga tiap hari bekerja sampai ke desa-desa, bahkan ke dusun. Strateginya melalui petugas, kita jemput bola ke sekolah, desa hingga dusun. Jadi bian tidak harus dikerjakan puskemas di kecamayan, tapi sampai pustu, polindes. Kalau tidak ada petugasnya, petugas di terdekat yang tirun, penyebaran petugas untuk sampai diangka 100 persen. Mudah mudahan kita bisa mencapai di atas 90 persen di akhir bulan," harap Sinto.

Sekda Melawi Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Masyarakat Sintang dan Melawi

Sebagaimana diketahui, pemerintah menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam 2 tahap. Yakni Tahap I pada bulan Mei 2022 untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, dan kemudian Tahap II pada Agustus 2022 untuk Jawa dan Bali.

Hal ini dilakukan karena cakupan imunisasi anak menurun akibat pandemi COVID-19, yang menyebabkan gangguan rantai pasokan vaksin, adanya aturan pembatasan kegiatan, jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, dan membuat orang tua/wali asuh enggan ke faskes karena takut tertular COVID-19.

Vaksin/imunisasi yang disetujui WHO aman dan terbukti secara ilmiah efektif mencegah penyakit seperti campak, rubella, polio, difteri, dan tetanus.

Tanpa adanya semua vaksin ini, anak-anak bisa terkena penyakit-penyakit berbahaya ini, dan dapat berakibat kematian. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved