Kalbar Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Menteri pada Forum BIMP EAGA Ke-25
Harisson memastikan proses persiapan pertemuan tingkat Menteri BIMP-EAGA ke-25 hingga saat ini terus dimatangkan.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Forum bergensi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25 akan digelar di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Menjadi tuan rumah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kegiatan direncanakan akan diselengarakan pada 23 hingga 26 November 2022 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, Harisson memastikan proses persiapan pertemuan tingkat Menteri BIMP-EAGA ke-25 hingga saat ini terus dimatangkan.
Harisson juga menyampaikan bahwa Kalbar siap menjadi tuan rumah penyelengaraan pertemuan tingkat Menteri ke 25 kerjasama ekonomi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25.
• Sekda Harisson Ajak Warga dan ASN Salat Ied di Kantor Gubernur dengan Tetap Taat Protokol Kesehatan
“Pertemuan nanti akan dihadiri pejabat setingkat menteri berjumlah enam orang, setingkat eselon I (Senior Official) berjumlah enam orang, sekretariat nasional BIMP-EAGA berjumlah enam orang. Lalu setingkat eselon I (focal poin CWGS setiap negara anggota BIMP-EAGA) berjumlah 32 orang,”ujarnya, Selasa 31 Mei 2022.
Dihadiri pula pejabat setingkat eselon I (development partner) berjumlah empat orang. Serta perwakilan daerah setingkat Gubernu di wilayah BIMP-EAGA setiap negara berjumlah 23 orang.
"Pembicaan pertemuan tersebut diantaranya terkait Entikong Tebedu dimana telah diusulkan menjadi Special Border Economic Zone (SBEZ)," ungkapnya.
Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut juga akan dilakukan penandatangan Letter of Intent (LoI) One Borneo Quarantine Initiative sehingga akan ada integrasi karantina BIMP-EAGA di wilayah Borneo.
Hal tersebut dalam upaya menjaga kepulauan Borneo dari perdagangan ilegal dan penyelundupan, pergerakan material biologi yang berbahaya serta masuknya hama dan penyakit. Lalu selanjutnya terkait Community Based Eco Tourism (CBET) Lake Sentarum National Park PARK.
"Kita memiliki taman nasional Danau Sentarum dengan koleksi satwa liar dan alam yang indah," ungkapnya.
Harisson menyebutkan hal lain yang akan dibahas yakni terkait kerja sama bidang kelistrikan antara Kalimantan Barat dengan Sarawak Malaysia yang telah operasional sejak 21 Januari 2016.
Dengan kapasitas mencapai 213 MW serta mengaliri listrik ke 80.000 rumah tangga.
"Lalu pembangunan Nanga Badau international frieght terminal, pembangunan Aruk Sambas international frieght terminal serta upgrading Supadio International Airport," jelasnya.
Lanjutnya mengatakan pemerintah Provinsi Kalbar akan menampilkan berbagai potensi yang dimiliki untuk menarik investasi.
Terlebih Kalbar memiliki potensi yang sangat besar. Sehingga forum tersebut bisa memberikan dampak baik terutama bagi perkembang ekonomi di Provinsi Kalbar.
"Kita akan menampilkan potensi di Kalbar yang diharapkan mampu menarik investasi dari negara anggota BIMP-EAGA maupun negara lain," pungkas Harisson. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Implementasi-Smart-E-Procurement-untuk-Tingkatkan-Indikator-Tata-Kelola-Pengadaan-Barang-atau-Jasa.jpg)