Peternak Sapi di Sekadau Pilih Tidak Ambil Bibit Sapi Selama PMK Melanda

Ia mengaku juga rutin dikunjungi oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan. Bahkan sebelum dijual, hewan ternak miliknya biasa dilakukan pemeriksaan

TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Ramlan peternak sapi bali di Kabupaten Sekadau, Kalbar, Kamis 26 Mei 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Satu di antara peternak sapi di Kabupaten Sekadau, Kalbar, Ramlan (50) mengaku selama ada penyakit mulut dan kuku (PMK). Dirinya memilih untuk memelihara dan  menjaga kesehatan sapi-sapi yang ada, Kamis 26 Mei 2022.

Hal itu sebagai antisipasi untuk mencegah sapi-sapi miliknya tertular PMK dari sapi lain yang baru dibeli.

Walaupun sejatinya Ia hanya membeli anakan sapi dari sesama peternak lokal dan pengepul sapi di Kabupaten Sekadau.

Penjelasan Dukcapil Sekadau Terkait Nama Minimal 2 Kata Bagi Anak Baru Lahir

Untuk menjaga kesehatan ternak, Ia mengaku juga rutin dikunjungi oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan. Bahkan sebelum dijual, hewan ternak miliknya biasa dilakukan pemeriksaan kesehatan.

"Terkait adanya kasus penyakit PMK jadi hati-hati membeli anakan. Untuk sekarang off dulu membeli, kita pertahankan yang ada, kalau ada yang mau beli ya kita jual. Dokter hewan juga rutin datang untuk mengecek kesehatan sapi, bahan jika ada sapi yang mau dijual, sebelum dijual diperiksa dulu oleh dokter," ungkapnya.

Adapun sapi yang Ia pelihara adalah sapi bali dengan jumlah saat ini 7 ekor. Untuk penjualan, Ramlan mengaku tergantung kebutuhan konsumen, biasanya dibeli untuk acara hajatan, kurban di hari Raya Idul Adha, Lebaran dan tahun baru yang pembelinya patungan. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved