Antisipasi Penularan Penyakit PMK Pada Ternak, Disbunak Sanggau Bentuk Posko PMK 

Dadan mengatakan, Posko PMK didirikan di Kantor Disbunak dan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Sanggau. 

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Disbunak Sanggau.
Satu diantara Posko PMK di Kabupaten Sanggau, Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Dadan Sumarna mengatakan bahwa berbagai tindakan dilakukan untuk mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Tindakan yang dimaksud adalah melakukan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), Surveilance pada pengepul besar di Sanggau, Treatment pada sapi yang terindikasi, Koordinasi dengan Polres Sanggau, Pembentukan posko PMK, dan surat edaran Bupati Sanggau nomor 524/1576/Bunnak E yang ditujukan kepada Camat Se-Kabupaten Sanggau, tentang kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit PMK pada ternak.  

Dadan mengatakan, Posko PMK didirikan di Kantor Disbunak dan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Sanggau. 

Khawatir Virus PMK, Peternak Pilih Tak Datangkan Hewan dari Luar Kabupaten Sintang

"Posko di Kantor Disbunnak dan di 7 Puskeswan yang ada di Kecamatan Kapuas, Mukok, Kembayan, Tayan Hulu, Balai, Tayan Hilir, dan Sekayam,"katanya melalui telpon selulernya, Kamis 26 Mei 2022.

Dadan mengatakan, Dari hasil pemeriksaan terhadap hewan ternak yang dilakukan di Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Terdapat enam ternak yang terindikasi PMK. 

"Untuk Kabupaten Sanggau ada enam kasus terduga, Tiga sakit-sakit (Dilakukan pemantauan dan pengobatan) dan tiga sudah sembuh,"ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved