UMKM Sekadau Naik Kelas, Kopi Tono Siap Jaga Mutu, Upayakan Sertifikasi SNI
"Kedepan akan kita benah rumah produksi Kopi Tono biar lebih rapi, setiap bulan dari Dinas Kesehatan juga datang mengecek ke rumah produksi. Untuk pem
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - UMKM Sekadau naik kelas, Owner Kopi Tono, Hartono optimistis produknya bisa tersertifikasi SNI. Pastikan akan jaga mutu kualitas produk dan tingkatkan kapasitas rumah produksi, Selasa 24 Mei 2022.
Diketahui Kopi Tono menjadi salah satu produk kopi bubuk unggulan di UMKM Centre Sekadau, Kalimantan Barat. Produk yang diluncurkan pada 4 Januari 2018 itupun terus mengembangkan sayapnya terkhusus dalam hal legalitas dan sertifikasi produk. Termasuk sertifikasi SNI.
Upaya tersebut juga didukung langsung oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Sekadau, serta Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak yang telah melaksanakan sosialisasi dan Implementasi Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu bagi Kopi Tono di UMKM Centre Sekadau.
"Kita sudah menerima dokumen yang diberikan BSPJI, kita akan mempelajari apa yang akan dilengkapi untuk sampai ke SNI. Kalau sudah SNI kita lebih percaya diri untuk memasarkan produk Kopi Tono bahkan keluar Kalbar," kata Hartono.
Diungkapkan Hartono, sejak awal diluncurkan pada tahun 2018, produk Kopi Tono sudah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah Kalimantan Barat. Bahkan produk tersebut juga sudah dijual ke luar pulau, seperti ke Papua.
Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Daerah dan BSPJI Pontianak, Hartono memastikan akan tetap konsisten menjaga mutu produknya. Seperti jargonnya "halus tanpa ampas, harum dan wangi" Mutu tersebut akan terus Ia pertahankan.
• BSPJI Pontianak Ungkap Baru 5 Produk Kopi Bubuk Kalbar Yang SNI, Harap Kopi Tono Sekadau Selanjutnya
"Kedepan akan kita benah rumah produksi Kopi Tono biar lebih rapi, setiap bulan dari Dinas Kesehatan juga datang mengecek ke rumah produksi. Untuk pemasaran khususnya di Kalbar terjauh di sambas dan di luar pulau itu paling jauh Papua. Untuk penjualan 200 kilogram perbulan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Sekadau, Emanuel berharap kedepan semakin banyak produk UMKM Sekadau yang bisa terus mengembangkan sayapnya. Baik dalam legalitas dan standarisasi maupun dalam kualitas produk dan jangkauan penjualan.
Emanuel juga berharap kedepan, selain Kopi Tono, BSPJI Pontianak dapat juga membantu produk UMKM lainnya untuk mendapatkan sertifikasi SNI. Sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang berkembang dan akhirnya dapat juga menciptakan lapangan pekerjaan di Kabupaten Sekadau. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News