Doa Katolik
Orang Kudus Katolik Santa Anna Pak A-gi Perayaan 24 Mei
Dia tidak terlalu pandai dan kesulitan belajar katekese dan melafalkan doa-doa dasar (yang pada masa itu masih diucapkan dalam bahasa Latin).
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Orang Kudus Katolik 24 Mei Santa Anna Pak A-gi.
Santa Anna Pak A-gi lahir pada tahun 1783 dalam keluarga Katolik yang tinggal di sebuah desa kecil di tepi Sungai Han.
Dia tidak terlalu pandai dan kesulitan belajar katekese dan melafalkan doa-doa dasar (yang pada masa itu masih diucapkan dalam bahasa Latin), namun dia mencintai Allah dengan sepenuh hati.
Dia selalu berkata, “Saya tidak dapat mengenal Allah sebanyak yang saya inginkan namun saya dapat berusaha untuk mencintai Dia dengan sepenuh hati.”
• Orang Kudus Katolik Santo Agustinus Yi Kwang-Hon Perayaan 24 Mei
Pada usia delapan belas tahun, dia menikah dengan Fransiskus T’ae Mun-haeong dan melahirkan baginya dua putra dan tiga putri.
Dia membesarkan anak-anaknya dengan baik, mengajarkan mereka kebajikan iman.
Keluarganya tidak kaya, namun berusaha untuk hidup dengan adil.
Anna Pak A-gi memiliki devosi khusus kepada Kisah Sengsara Tuhan dan dia merenungkan lima luka-Nya dengan air mata.
Ketika mendengar ada umat Katolik yang ditangkap dan menderita karena disiksa, dia menjelaskan kepada anak-anaknya tentang para martir Kristus dan mengungkapkan harapannya untuk memperoleh mahkota Kemartiran.
Pada bulan Maret 1836, dia ditangkap bersama suami dan putra sulungnya, Ung-chon.
Suami dan putranya tidak dapat menahan siksaan dan memutuskan untuk murtad. Berbeda dengan Anna.
Walau sudah disiksa dengan mengerikan, imannya tidak pernah tergoyahkan.
Baginya, rasa sakit akibat semua siksaan fisik yang dialami rasanya tidaklah seberapa dibandingkan sakit yang ia rasakan saat melihat suami dan putranya telah murtad.
Setelah bebas dengan menjual imannya, sang suami bersama puteranya kembali ke penjara setiap hari untuk membujuk Anna agar mengikuti jejak mereka.
Ia menceriterakan tentang nasib keluarganya setelah ditinggal Anna, kecemasan ibu mertuanya yang sedang sakit, dan tangisan anak-anak yang masih kecil karena ibunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-Santa-Anna-Pak-A-gi-Perayaan-24-Mei.jpg)