Doa Katolik
Orang Kudus Katolik Santa Agatha Yi So-Sa Perayaan 24 Mei
Agatha Yi lahir pada tahun 1784 di Kuwul, dekat Inchon, Provinsi Kyonggi. Ditahun ini pula, Yi Sung-hun orang Katolik pertama dari Korea.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Keinginannya semakin merasuki hatinya setelah kematian ayahnya, tidak lama setelah kematian suaminya.
Walau sedih karena kepergian ayahnya, namun Agatha juga bersyukur karena sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, ayahnya telah dibabtis oleh ibunya dan membuat ayahnya dapat meninggal dengan tenang.
Setelah kematian sang ayah, Agatha Yi memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya demi menyokong kehidupan ibu yang sudah tua dan adik laki-lakinya Ho-yong yang masil kecil.
Kehidupan di rumahnya kini menjadi sangat sulit.
Agatha harus merawat ibu dan adiknya sementara harta warisan dari ayahnya telah habis.
Ia terpaksa bekerja sebagai penjahit untuk menghidupi keluarganya.
Di tengah kesulitan ini, Agatha tidak pernah kehilangan ketenangannya.
Dia bersama adiknya memutuskan untuk mengikuti pelajaran katekese.
Bersama-sama, mereka menjalani kemiskinan hidupnya dengan kehidupan yang penuh cinta kepada Tuhan dan sesama.
Teladan para martir pada penganiayaan tahun 1801 dan kemenangan abadi mereka melalui kematian selalu hidup dalam hati kedua kakak-beradik ini.
Pola hidup mereka yang saleh membuat umat Katolik lainnya menjadikan mereka sebagai teladan keluarga Katolik.
Santo Karolus Hyon Song-mun dalam “Catatan Harian Gihae” yang terkenal itu, menulis tentang Agatha Yi :
“Setelah kematian ayahnya, Agatha kehilangan semua miliknya.
Dia hidup bersama ibunya yang sudah tua dan adik laki-lakinya dalam kondisi yang sangat miskin.
Semua kesulitan hidup yang dia tanggung tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-Santa-Agatha-Yi-So-Sa-Perayaan-24-Mei.jpg)