IDUL FITRI

Bolehkah Orang Mudik Tidak Berpuasa? Buya Yahya Berikan Penjelasan

Buya Yahya mengatakan semua orang yang bepergian boleh meninggalkan puasa dengan ketentuan tertentu.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Antrean kendaraan pemudik terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 14 Juli 2015 pada tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Antrean kendaraan ini mengakibatkan kemacetan sepanjang 2 kilometer. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mudik merupakan satu diantara tradisi masyarakat Indonesia.

Mudik dilakukan umumnya menelan waktu yang cukup lama bahkan bisa ada yang setengah hari dan satu harian.

Tentunya mudik dilaksanakan dalam suasana bulan Ramadan yang diwajibkan berpuasa.

Lalu bolehkah tidak berpuasa saat perjalanan mudik?

Dilansir dari laman buyayahya.org pada Rabu 27 April 2022, Buya Yahya mengatakan semua orang yang bepergian boleh meninggalkan puasa dengan ketentuan tertentu.

Adapun ketentuan-ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:

Cara Ampuh Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Mudik Lebaran

Sebanyak 79.4 juta orang diperkirakan akan mudik pada tahun 2022, menurut survei dari Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Sebanyak 79.4 juta orang diperkirakan akan mudik pada tahun 2022, menurut survei dari Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). (KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO.)

a. Tempat yang dituju dari tempat tinggalnya tidak kurang dari 84 km.

b. Di pagi (saat subuh) hari yang ia ingin tidak berpuasa ia harus sudah berada di perjalanan dan keluar dari wilayah tempat tinggalnya (minimal batas kecamatan).

Buya pun memberikan contoh, misal seseorang tinggal di Cirebon ingin pergi ke Semarang.

Antara Cirebon – Semarang adalah 200 km (tidak kurang dari 84 km). Ia meninggalkan Cirebon jam 2 malam (sabtu dini hari). Subuh hari itu adalah jam 4 pagi.

Pada jam 4 pagi (saat subuh) ia sudah keluar dari Cirebon dan masuk Brebes. Maka di pagi hari sabtunya ia sudah boleh meninggalkan puasa.

Simak 5 Tips Agak Tak Mudah Capek Saat Mudik Naik Motor

Buya Yahya saat menyampaikan cara mendapatkan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Buya Yahya saat menyampaikan cara mendapatkan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. (Youtube Al Bahjah TV)

Berbeda jika berangkatnya ke Semarang setelah masuk waktu Shubuh (Sabtu pagi setelah masuk waktu Shubuh masih di Cirebon), maka di pagi hari itu ia tidak boleh meninggalkan puasa karena sudah masuk Shubuh dan ia masih ada di rumah.

Tetapi ia boleh meninggalkan puasa di hari Ahadnya, karena di Shubuh hari Ahad ia berada di luar wilayahnya, sambung Buya.

Lebih lanjut, Buya mengatakan ada beberapa catatan penting bagi orang yang sedang berpergian.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved